March 26, 2019

Yandex Rusia Tak Sengaja Ungkap Pangkalan Rahasia di Turki dan Israel



intelijen – Layanan pemetaan digital Rusia, Yandex.Maps, tak sengaja mengungkap lokasi pangkalan militer rahasia yang ada di Israel dan Turki. Fasilitas militer yang diungkap itu pangkalan Incirlik yang menjadi area penempatan bom nuklir Amerika Serikat (AS).

Seperti Google, Yandex menyediakan peta mendetail tentang seluruh dunia, termasuk tampilan jalan dan informasi tentang kemacetan lalu lintas.

Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) melaporkan bahwa layanan pemetaan Rusia melakukan blunder dengan mengungkapkan lokasi yang tepat dari ratusan fasilitas militer di Israel dan Turki, serta dua pangkalan militer NATO dengan mengaburkan titik fasilitas tersebut. Pengaburan itu justru menjadi tanda lokasi fasilitas militer yang semestinya dirahasiakan.

Menurut peneliti FAS, Matt Korda, beberapa bagian dari pangkalan militer rahasia di Israel dan Turki diungkap dengan ditampilkan secara kabur.

Yandex sendiri telah mengonfirmasi masalah itu dalam sebuah pernyataan.”Informasi tentang benda-benda seperti itu, yaitu, lokasi mereka di darat, berada di domain publik. Misalnya, di peta resmi Israel,” kata perusahaan layanan peta tersebut.

“Di negara-negara tempat kami mengembangkan layanan kami, kami secara khusus memantau secara ketat pembaruan peta dan kepatuhan terhadap standar organisasi pengatur lokal. Objek pada citra satelit menjadi buram sehingga tidak mungkin untuk melihatnya. Pada saat yang sama, informasi tentang lokasi mereka tersedia untuk umum, termasuk di peta lain,” lanjut pernyataan itu, dikutip Sputnik, Kamis (13/12/2018).

FAS, yang melihat sajian pemetaan Yandex, mengklaim mampu mengidentifikasi banyak situs militer, termasuk lapangan terbang besar, pelabuhan, bungker, bangunan kecil di daerah perkotaan yang tidak ditandai dalam layanan dari Google.

Menurut FAS, beberapa lokasi fasilitas militer yang disajikan Yandex merupapakan fasilitas rahasia. Secara total, FAS mengaku menemukan sekitar 300 titik fasilitas militer.

“Termasuk dalam daftar situs yang kaburkan Yandex setidaknya dua fasilitas NATO; Allied Land Command (LANDCOM) di Izmir, dan Incirlik Air Base, yang menjadi tuan rumah kontingen terbesar bom nuklir B61 di setiap pangkalan NATO,” kata Korda.

Korda mengatakan tidak ada lokasi fasilitas Rusia yang dikaburkan oleh Yandex. “Termasuk fasilitas nuklirnya, basis kapal selam, pangkalan udara, tempat peluncuran, atau sejumlah pangkalan militer asing di Eropa Timur, Asia Tengah, atau Timur Tengah,” paparnya.

Lebih lanjut Korda menyebutkan dalam laporan FAS bahwa hampir seluruh wilayah Suriah digambarkan dalam resolusi yang sangat rendah, sehingga hampir tidak mungkin untuk menggunakan layanan Yandex untuk analisis citra Suriah.

Menurut peneliti tersebut, Google Earth juga sesekali mengaburkan bagian-bagian peta atas permintaan pemerintah terkait. “Yang ingin menjauhkan mata dari beberapa situs militer atau politik yang lebih sensitif,” katanya.

Camp Gilot, markas unit Korps Intelijen Israel, berada di antara beberapa situs yang dikaburkan di situs Yandex.

Share Button

Related Posts