December 12, 2018

Wasekjen MUI tantang Mendagri Tunjukkan Data Akurat 805 Ribu e-KTP Rusak

Tjahjo Kumolo (tribunnews)


intelijen – Ribuan KTP elektronik (KTP-el) yang tercecer di kawasan Salabenda, Bogor (26/05) adalah palsu. Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh.

Zudan menjelaskan bahwa enam ribu keping KTP-el yang dibawa dari Kantor Dukcapil Pasar Minggu di Jakarta Selatan ke Gudang Kemendagri di Semplak, Kabupaten Bogor itu KTP-el yang rusak baik fisik maupun datanya.

Terkait klarifikasi pihak Kemendagri soal e-KTP tercecer, Wakil Sekertaris Jendral (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain atau Ustadz Tengku menantang Mendagri Tjahjo Kumolo menunjukkan data akurat e-KTP itu.

“Saya tantang Mendagri @tjahjo_kumolo dan @Kemendagri_RI untuk menunjukkan data akurat 805 e-KTP Itu. 1. Daftar Rinci 805 Ribu Nama di KTP Itu. 2. Bagian Mana yg Rusak dari 805 Ribu Itu. Siarkan ke Publik. Kalau Cuma Dikumpul Tanpa DIDATA, Buat Apa…? Mohon Jawaban…,” tegas Ustadz Tengku di akun Twitter @ustadtengkuzul.

Tak hanya itu, untuk mengungkap kasus e-KTP tercecer, Ustadz Tengku mendesak DPR RI membentuk Pasus e-KTP.

“Mengingat ruwetnya masalah e-KTP sudah semestinya DPR RI membentuk Pansus e-KTP. Dan, kalau perlu membuat Hak Angket. Kasus e-KTP lebih misteri dari kasus Mpu Gandring. Mulai dari korupsinya melibatkan tokoh-tokoh besar, belum tuntas, sampai jumlah 805 ribu yang buat geger…Ayo DPR…!” tulis @ustadtengkuzul.

Ustadz Tengku pun membeberkan fakta bahwa selama memiliki KTP, belum pernah KTP yang habis masa berlakunya atau rusak diambil negara.

“Sejak tahun 1980 sampai zaman e-KTP Ini, tidak pernah KTP saya yang habis masa berlakunya atau yang rusak DIAMBIL negara. Semuanya tetap ada pada saya. Begitu juga paspor expired/rusak tidak diambil negara. Sejak kapan KTP kedaluarsa dikutip lagi? Zaman ini JUJUR terlalu sulit kah?,” beber @ustadtengkuzul.

Share Button

Related Posts