October 20, 2018

Ustadz Hilmi: Panitia “Bagi Sembako Monas” Jangan Ngeles Kayak Bajaj, Santuni Keluarga Korban!

Joko Widodo dan David Revano Santosa (kaskus)


intelijen – Pemikir Islam Ustadz Hilmi Firdausi meminta panitia Forum Untukmu Indonesia yang menggelar acara bagi sembako di Monas (28/04) untuk mengakui kesalahan dan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal.

“Saya mah ikhlas aja dikatain Ustadz penyebar hoax, walau hampir semua tweet saya berasal dari media-media ternama. Sudahlah…akui saja kesalahan kalian, minta maaf dan berikan santunan kepada keluarga korban. Sudah banyak sekali bukti-bukti…jangan ngeles mulu kayak bajaj,” tegas Ustadz Hilmi di akun Twitter @Hilmi28.

Ustadz Hilmi juga menyesalkan adanya intimidasi yang dilakukan kelompok tertentu terhadap keluarga korban. Ustadz Hilmi menyampaikan hasil “investigasi” yang dilakukan pihak Ustadz Hilmi.

“Sudah terlalu banyak bukti berserakan…saudara saya Ahmad Zaki dan team dari Garasi Hijrah langsung ke TKP, memang kejadian seperti yang diungkap Pak Wagub (lihat wawancara INews). Dan…setelah kejadian memilukan itu, masih ada saja intimidasi dari kelompok tertentu. Mau bantah apa lagi ?!,” tulis @Hilmi28.

Soal meninggalnya Mahesa Junaedi dan Rizki Syaputra dalam insiden Monas, kepolisian sempat menyatakan dua anak meninggal dunia itu bukan disebabkan desak-desakan antrean bagi-bagi sembako di Monas. Polisi menyebut keduanya meninggal karena sakit.

“Bukan karena antrean,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono seperti dikutip detik.com (01/05).

Argo menyatakan itu bersumber dari laporan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu. Argo menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan dokter, Mahesa diduga meninggal karena suhu badan tinggi dan dehidrasi.

“Untuk atas nama Mahesa Junaedi, menurut keterangan dokter, dinyatakan meninggal karena persistensi hiperpireksia (suhu badan di atas 40 derajat Celsius) dan heat stroke (dehidrasi),” terang Argo.

Sementara itu, Rizki juga ditemukan meninggal dunia di RS Tarakan. Penyebab kematian diduga suhu panas yang tinggi.

Praktisi hukum Johan Khan menyesalkan pernyataan Argo tersebut. “Saya mau tanya kepada @DivHumas_Polri, apa dasar statement Bapak Argo ini? Memangnya Polisi sudah melakukan Otopsi untuk mengetahui CoD (Cause of Death)? Polisi jangan asal, cara mengetahui CoD itu ada aturannya, jika salah justru Polisi bisa dianggap melawan hukum,” tegas Johan di akun akun @CepJohan.

Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia melakukan acara bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu (28/4) lalu. Informasi diterima Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, dua orang meninggal dalam acara bagi-bagi sembako tersebut.

Share Button

Related Posts