January 17, 2017

Uni Soviet Tantang AS Adu Misil

Sistem rudal pertahanan S-400 Rusia.


intelijen – Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Amerika Serikat (AS) pada 15 November 1957, pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengklaim negaranya memiliki misil yang jauh lebih superior dari kepunyaan Negeri Paman Sam. Khrushchev lalu menantang AS mengadakan pertandingan adu misil untuk membuktikan ucapannya tersebut.

Wawancara itu menyulut ketakutan di AS bahwa negara mereka tertinggal jauh dari Uni Soviet dalam adu persenjataan. Namun, wawancara tersebut juga menunjukkan kebiasaan sesumbar Khrushchev yang terkenal pada dekade 1950. Khrushchev meledek AS tidak memiliki misil balistik interkontinental seperti halnya Uni Soviet.

“Jika mereka punya, mereka pasti bisa meluncurkan Sputnik (satelit luar angkasa) sendiri. Mari kita mengadakan kontes misil secara damai seperti halnya pertandingan adu tembak dan mereka akan melihatnya sendiri,” tantang Khrushchev.

Meski begitu, Nikita Khrushchev mengakui warga Uni Soviet dan AS sama-sama menginginkan perdamaian. Uni Soviet tidak akan pernah memulai perang, tetapi sejumlah “orang gila” dapat memicu konflik. Secara khusus, ia menuduh Menteri Luar Negeri AS John Foster Dulles menciptakan penyakit perang artifisial.

“Jika terjadi perang, maka akan berlangsung di Benua Amerika yang dapat dengan mudah dijangkau misil kami. Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa akan hancur dan Benua Biru akan menjadi kuburan,” ujar Khrushchev.

Pernyataan Khrushchev itu muncul hanya beberapa hari setelah Laporan Gaither bocor kepada media-media AS. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Washington tertinggal jauh dari Moskow dalam adu persenjataan. Politik luar negeri Presiden Dwight Eisenhower tak pelak menjadi sasaran kritik.

Debat-debat publik mengenai dugaan kesenjangan persenjataan AS dengan Uni Soviet berlanjut hingga dekade 1960. Isu kesenjangan persenjataan tersebut menjadi isu utama dalam kampanye Presiden AS antara Richard Nixon dan John Fitzgerald Kennedy. Dekade 1960 dikenal sebagai puncak dari Perang Dingin antara AS dengan Uni Soviet.

Share Button

Related Posts



Article Tags