January 16, 2019

Tweet Andi Arief Dipolisikan, Demokrat: Mendagri dan KPU Salah Alamat

Andi Arief (ist)


intelijen – Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai Mendagri dan KPU salah alamat jika melaporkan koleganya Andi Arief ke pihak kepolisian, terkait hoaks surat suara 7 kontainer.

Sebab, kata dia, cuitan Andi Arief justru meminta KPU mengecek kabar kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos itu tak ada unsur berita hoax.

“Salah mengambil langkah, apabila ingin melaporkan Andi ke kepolisian atas dasar penyebaran hoax dan fitnah, narasi yang dibangun Andi dalam twitnya sama sekali tak menyebar hoax,” kata Ferdinand saat dihubungi, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, justru apa yang dilakukan sahabatnya itu sangat membantu kubu petahana untuk bergerak cepat mengungkap desas-desus berita hoax tersebut.

Apalagi, kata dia, kabar tersebut sudah beredar luas ditengah masyarakat bahkan KPU sendiri mengaku sudah mendegar kabar tersebut sejak sore hari atau sebelum Andi Arief memposting di akun twitternya.

“Artinya informasi ini sudah beredar luas dan Andi mengambil posisi ingin membuka kebenaran disini,” papar Ferdinand.

Ferdinand juga menegaskan, apa yang dilakukan kubu Jokowi yang melaporkan Wasekjen Partai Demokrat itu salah. Seharusnya, tim petahana berterimakasih kepada Andi Arief.

“Mereka harusnya terima kasih pada Andi yang justru telah berjasa menyelamatkan muka Jokowi dari tuduhan fitnah dan dugaan-dugaan kecurangan yang terjadi. Itu yang harus dipahami tim Jokowi-Maruf. Jadi jangan main lapor polisi dengan tuduhan menyebar hoax, niatnya dilihat, niatnya baik, itu yang paling penting,” tegas Ferdinand.

Diketahui, sebelumnya dalam postingan akun twitternya Andi Arief meminta klarifikasi atas desas-desus kabar 7 kontainer surat suara Pemilu 2019 yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.

Cuitan Andi tersebut diposting pada Rabu (2/1/2018) pukul 20.05 WIB malam. Dalam tulisannya itu Andi meminta agar ada pihak yang mau mencari kebenaran atas adanya informasi yang beredar terkait dengan kecurangan Pemilu 2019.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena kabar ini sudah beredar,” cuit Andi.

Namun, tak lama berselang, cuitannya di Twitter pribadinya @AndiArief_ itu dihapus.

Share Button

Related Posts