May 26, 2018

Turki Diancam AS karena Beli S-400, Rusia Anggap Pemerasan

Sistem rudal pertahanan S-400 Rusia.


intelijen – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam komentar dilomat Amerika Serikat yang mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Turki atas pembelian sistem rudal pertahanan S-400 dari Moskow. Lavrov anggap ancaman sanksi itu sebagai aksi pemerasan.

“Mitchell menyatakan bahwa Ankara dapat ditampar dengan sanksi jika membeli S-400 dari Rusia. Ini adalah contoh dari percobaan pemerasan yang bertujuan untuk memberikan persaingan yang tidak adil kepada perusahaan-perusahaan Amerika,” kata Lavrov dalam konferensi pers usai bertemu dengan mitranya dari Austria, Karine Kneissl, di New York.

Kecaman dari diplomat top Rusia itu merujuk pada komentar Aaron Wess Mitchell, asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Eropa dan Eurasia.

Lavrov lantas mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bahwa pembelian S-400 oleh Turki adalah keputusan nasional yang dibuat oleh Ankara.

“Mungkin, AS sebagai anggota NATO harus menghormati suara kolektif yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Aliansi Atlantik Utara,” ujar Lavrov, seperti dikutip Itar-TASS, Sabtu (21/4/2018).

S-400 adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh Rusia yang paling canggih dengan kapasitas membawa tiga jenis rudal yang mampu menghancurkan target termasuk rudal balistik dan jelajah.

Sistem ini dapat melacak dan menembak jatuh hingga 300 target sekaligus. Ketinggian dari tembakan sistem ini mencapai 27 kilometer (17 mil).

Desember lalu, Turki mengumumkan telah menyelesaikan kesepakatan dengan Rusia untuk pembelian dua sistem S-400 pada awal 2020.

Namun, sebelumnya Mitchell, mengklaim bahwa Turki dapat menghadapi sanksi AS jika melanjutkan rencana pembelian sistem rudal termutakhir Rusia itu.”Pembelian itu dapat berdampak buruk terhadap partisipasi Turki dalam program F-35,” katanya.

Share Button

Related Posts