November 24, 2017

Tudingan Kivlan Zen Soal PKI Bangkit Bikin Panas Pemerintah dan TNI

Kivlan Zein


intelijen – Pernyataan mantan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein yang menyebut kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan bermarkas di Kramat Raya menuai kritik keras dari Pemerintah. Tidak hanya dari pemerintah anggota legislasi juga mengkritik keras pernyataan Kivlan yang dianggap sebagai provokator.

Mendengar pernyataan Kivlan sontak Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan membantah. Dia mengatakan Badan Intelijen Negara belum menemukan indikasi dan kebangkitan PKI di Indonesia.

“Saya tidak punya informasi dan saya punya kuping, mata, badan intelijen, saya tanya kita belum temukan itu,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (1/6).

Dia menuturkan jika Kivlan menemukan adanya kebangkitan PKI yang bermarkas di jalan Kramat raya, jakarta Pusat seharusnya mantan Kepala Staf Kostrad tersebut melaporkan kepada aparat keamanan, sehingga aparat keamanan bisa menindaklanjuti laporan Kivlan Zein. “Kalau beliau tahu, tolong laporkan di mana tempat nanti kita lihat,” kata dia.

Senada dengan Luhut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar menanggapi pernyataan Kivlan dengan santai. Dia meminta kepada masyarakat luas agar tetap tenang mendengar pernyataan Kivlan tentang kebangkitan PKI . Meski begitu, dia juga mengimbau agar terus mewaspadai kemungkinan yang akan terjadi. “Untuk kita waspadai saja ya,” kata Boy saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (1/6).

Namun, jenderal bintang dua ini menolak membeberkan apakah pihaknya sudah mendapat informasi terkait pendeklarasian PKI tersebut. Dia menilai, informasi tersebut bersifat rahasia dan bukan konsumsi publik. “Itu sifatnya informasi intelijen,” pungkasnya.

Imbauan untuk tetap tenang juga disuarakan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Bahkan dia mengatakan Kivlan hanya melakukan karangan cerita saja oleh sebab itu dia mengimbau pernyataan Kivlan tidak perlu ditanggapi dengan rasa kekhawatiran yang berlebih meski masyarakat juga tetap harus berwaspada.

“Sudah lah enggak usah ditanggapi itu. Ngarang ceritanya,” kata Yasonna, Rabu
(1/6).

Dia juga menantang Kivlan membuka data dan bukti-bukti jika pernyataannya tentang kebangkitan PKI terbukti benar. “Dari mana datanya? Kasih saja ke pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah acara simposium tandingan anti-PKI di Balai Kartini, Rabu (1/6), Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein menyatakan sekitar dua minggu yang lalu telah dideklarasikan sebuah partai yang menamakan dirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) di Jalan Raya, Jakarta Pusat.

“Dua minggu lalu Partai Komunis Indonesia sudah berdiri. Pimpinannya namanya Wahyu Setiaji. Cari itu orang,” ujar Kivlan.

Kivlan mengaku tidak kaget dengan deklarasi PKI itu. Dia menyebut kebangkitan PKI perwujudan dari apa yang disebut oleh DN Aidit puluhan tahun silam, bahwa mereka akan bangkit kembali saat keadaan negara dirasa cukup aman bagi mereka.

“DN Aidit 29 September 1965 bilang tarik senjata dan kita akan kembali lagi kalau kita sudah kuat,” pungkasnya. (Merdeka)

Share Button

Related Posts