October 24, 2018

Trump Peringatkan Iran untuk Tidak Hidupkan Kembali Program Nuklir

Donald Trump


intelijen – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan Iran untuk tidak lagi menghidupkan program nuklirnya. Iran mengancam akan menghidupkan kembali program nuklirnya jika AS akhirnya memutuskan untuk keluar dari kesepakatan nuklir.

Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis, Emanuel Macron di Gedung Putih, Trump menyatakan Iran akan menerima konsekuensi yang buruk jika menghidupkan kembali program nuklirnya.

“Jika mereka memulai kembali program nuklir mereka, mereka akan memiliki masalah yang lebih besar dari yang pernah mereka alami sebelumnya,” kata Trump tanpa menjelaskan apa maksudnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (25/4).

Di kesempatan yang sama, Trump juga menyataan dia dan Macron memiliki kesepahaman mengenai kesepakatan nuklir Iran. “Kami setidaknya bisa memiliki kesepakatan di antara kami sendiri dengan cepat. Saya pikir kami cukup dekat untuk saling memahami,” ungkapnya.

Trump kerap menyebut kesepakatan nuklir Iran, yang ditekan oleh Teheran dan lima kekuatan dunia, termasuk di dalamnya AS adalah kesepakatan mengerika, yang gila dan konyol karena tidak berurusan dengan rudal balistik atau keterlibatan Iran dalam konflik seperti di Yaman atau Suriah.

Sementara itu, sebelumnya Rusia dan China meminta negara-negara anggota PBB untuk mendukung rancangan pernyataan yang menyatakan dukungan mutlak terhadap kesepakatan nuklir Iran.

Utusan khusus Rusia untuk konferensi non-proliferasi PBB di Jenewa, Vladimir Yermakov menyatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran, yang dikenal sebagai JCPOA, sangat rapuh dan setiap upaya untuk mengubahnya akan mempengaruhi rezim non-proliferasi global. Oleh karena itu, dia meminta semua negara untuk menyetujui rancangan pernyataan yang dibuat oleh China dan Rusia.

Share Button

Related Posts