December 10, 2018

Timeline Anonymous dan para hacker serang Piala Dunia 2014

Ilustrasi


Intelijen – Tidak semua orang menyukai dihelatnya pertandingan akbar sepakbola atau Piala Dunia 2014 yang dilangsungkan di Brasil ini. Salah satunya adalah kelompok hacktivist Anonymous.

Memang tidak dapat dikatakan semua kelompok hacktivist yang menamakan diri mereka Anonymous akan bergabung dalam aliansi penolakan Piala Dunia 2014 ini. Namun ada saja peretas-peretas yang mengatasnamakan diri mereka Anonymous keberatan akan dihelatnya World Cup 2014 di Brasil tersebut.

Jejak penolakan akan perhelatan Piala Dunia di Brasil tersebut sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. Berikut adalah timeline aksi penolakan hacktivist Anonymous terhadap pelaksanaan Piala Dunia 2014 di Brasil tersebut.

1. Peretasan website resmi FIFA di tahun 2013

Pada bulan Juni 2013 lalu, ada aksi peretasan yang tidak diketahui apakah dilakukan secara sendiri atau kelompok terhadap situs resmi FIFA.

Dalam aksi peretasan tersebut, sang peretas berhasil membobol sisi keamanan website dan mengganti tampilan halaman depan website (deface) disertai dengan penambahan satu video.

Dalam halaman baru yang dibuat peretas itu, terlihat bahwa ada pergerakan untuk menentang dihelatnya World Cup 2014 di Brasil disertai dengan tindakan represif aparat kepolisian di negara Samba tersebut terhadap para demonstran.

Tidak hanya itu saja, peretas website tersebut juga menuliskan pesan kepada siapa saja yang mengunjungi situs itu. Pesan tersebut berbunyi, “Nao Venha Pata a Copa No Brasil” atau dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah “Jangan datang ke Brasil untuk World Cup.”

Setelah peretasan itu, ada kelompok hacker lain yang menamakan diri mereka Anonymous berhasil ambil alih Twitter resmi media terbesar di Brazil bernama VEJA dan menentang aksi brutal aparat kepolisian.

2. Peretasan website Press and Communication Departement Pemerintah Sao Paulo

Melalui account di Twitter bernama AnonManifest, kelompok hacker yang menamakan dirinya Anonymous kabarnya berhasil masuk dan meretas situs komunikasi dan publikasi pemerintah negara bagian Sao Paulo.

Sesaat setelah website tersebut berhasil dikuasai, pihak peretas langsung mengirimkan email kepada banyak orang dengan menggunakan email resmi departemen tersebut dengan mengatakan bahwa website berhasil diretas.

Memang tidak diketahui apa motif dari peretasan tersebut, namun banyak pihak yang memperkirakan bahwa hal itu adalah salah satu upaya penolakan perhelatan World Cup 2014 yang dilangsungkan di Brasil.

3. Rencana serangan massal terhadap perhelatan Piala Dunia 2014 Brasil

Dikarenakan protes baik secara langsung dan melalui dunia maya tidak ditanggapi oleh FIFA ataupun pemerintah Brasil, akhirnya muncul suatu maklumat dari para peretas Brasil yang akan melakukan serangan besar-besaran dan akan mengacaukan perhelatan Piala Dunia di negara mereka.

Dalam rencana tersebut, seorang peretas yang mengaku bernama Eduarda Dioratto menjelaskan bahwa serangan massal tersebut akan ditujukan ke banyak situs, khususnya website resmi FIFA dan website-website pendukung dan penyokong Piala Dunia 2014, termasuk juga situs-situs pemerintahan Brasil.

Selain itu, para hacker juga berencana untuk merusak segala infrastruktur online termasuk mengacaukan penjualan tiket online.

4. Rencana serangan ke website pendukung dan penyokong Piala Dunia 2014

Apabila sebelumnya kelompok hacker dari Brasil akan melakukan serangan besar-besaran, di bulan Mei kemarin, ada pemberitahuan bahwa kelompok hacktivist Anonymous mulai bergerak dan akan melakukan aksi dan tindakan serupa, yaitu serangan terhadap website-website sponsor, pendukung dan penyokong Piala Dunia 2014.

Minggu sebelumnya, kelompok Anonymous juga kabarnya telah melakukan aksi mereka dengan meretas komputer Kementerian Luar Negeri Brasil dan menyebarkan banyak email serta dokumen penting.

Anonymous dalam account Twitternya menjelaskan, “Kita telah mempelajari dan telah menguji coba dan sekarang kita akan melakukan serangan besar-besaran.”

5. Serangan terhadap website kepolisian militer Sao Paulo

Ternyata apa yang telah dikatakan oleh Anonymous beberapa waktu sebelumnya tidak mengada-ada. Satu serangan berhasil meluluhlantakkan website resmi kepolisian militer Sao Paulo dengan DDoS berkekuatan penuh.

Setelah berhasil membuat situs kepolisian militer Sao paulo tersebut tak dapat diakses, pihak Anonymous berjanji akan terus melakukan serangan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

6. Serangan bertubi-tubi mulai dilancarkan

Tidak hanya situs-situs tertentu saja, serangan bertubi-tubi yang ternyata didukung oleh beberapa kelompok Anonymous dari negara lain juga berdatangan.

Tercatat ada banyak situs yang mulai berguguran, baik yang menggunakan domain Brasil sendiri atau juga yang berasal dari negara lain khususnya yang menjadi sponsor, pendukung dan penyokong Piala Dunia 2014.

Contohnya saja, beberapa jam lalu, serangan kelompok Anonymous dari Turki berhasil menghajar situs resmi Bank Brasil. Kemudian ada pula kelompok lain yang mengabarkan berhasil merontokkan situs-situs besar pendukung Piala Dunia.

Situs-situs yang berhasil dirontokkan (walaupun sudah ada beberapa di antaranya yang telah kembali normal) antara lain Elections.ny.gov, Policiamilitar.sp.gov.br, Procon.sp.gov.br, abin.gov.br,igarapedomeio.ma.gov.br, CBF, bb.com.br, Metro.sp.gov.br dan banyak lagi.

Dalam serangan tersebut, para peretas secara langsung menginformasikannya di account Twitter Anonymous dengan menambahkan beberapa hashtag seperti #OpMundial2014, #Brazil, #FIFA2014, #WorldCup, #OpWorldCup, #NaoVaiTerCopa, #NaoWorldCup.

Sumber: Merdeka

Share Button

Related Posts



Article Tags