May 24, 2018

Tim Asyik Bakal Somasi Bawaslu dan KPU Terkait Keputusan Kaos #2019GantiPresiden

Sudrajat-Ahmad Syaikhu


intelijen – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang memperlihatkan kaos #2019GantiPresiden saat acara Debat Terbuka Pilgub Jabar, Senin(14/5) berbuntut panjang.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah memutuskan pasangan cagub nomor 3 ini bersalah karena melanggar peraturan dan tata tertib KPU tentang pelaksanaan debat.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kuasa hukum pasangan Asyik akan mensomasi KPU dan Bawaslu Jabar terkait kasus kaus #2019GantiPresiden yang diperlihatkan Ahmad Syaikhu ketika acara clossing stament dalam debat publik ke dua di Baleriung, Kampus Universitas Indonesia (UI), Senin(14/5) lalu.

Sufmi mengatakan, ada tiga hal yang membuat tim Asyik melayangkan somasi kepada dua lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Pertama, tindakan Paslon Asyik menunjukkan kasos #2019GantiPresiden dan mengucapkan “kalau Asyik menang Insya Allah 2019 Ganti Presiden sama sekali tidak melanggar larangan kampanye sebagaimana diatur Pasal 69 UU Pilkada.

Yang kedua, kata dia, Paslon Asyik tidak pernah dipanggil dan dimintai keterangan secara resmi terkait persoalan tersebut.

“Kami baru tahu dari media jika KPU Provinsi Jawa Barat telah menjatuhkan sanksi teguran tertulis dan Bawaslu Jawa Barat telah menyatakan kami melanggar aturan,” kata dia.

Yang ketiga, lanjut Sufmi, KPU dan Bawaslu Jawa Barat tidak bersikap adil dengan tidak memproses memproses Tindakan Paslon Nomor Urut 2 yang menyanyikan lagu berisi kalimat Hidup Pak Jokowi dan Tidak memproses perbuatan Pendukung Paslon 2 yang memaki Paslon Sudrajat – Syaikhu dengan sebutan kata-kata kotor.

“Menurut kami tindakan KPU Provinsi Jawa Barat dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut telah melanggar Pasal 8, 10 dan 11 Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu yang mengharuskan mereka bersikap netral, adil dan mematuhi kepastian hukum,” ujar dia.

 

 

Red

Share Button

Related Posts