February 17, 2019

Tiket Pesawat Mahal, Saut Situmorang: Anut Neoliberalisme, Pemerintah Bisanya Cuma Menghimbau

Joko Widodo (ist)


intelijen – Tak hanya mengguncang dunia pariwisata, mahalnya harga tiket pesawat, berimbas ke bisnis cargo. Di satu sisi, Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memunculkan pernyataan yang membingungkan soal penyebab mahalnya harga tiket pesawat.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, turut mengomentari “perdebatan” Jokowi dan Menhub itu.

“Pak Presiden Jokowi bilang harga tiket pesawat mahal karena harga avtur mahal. Menhub bilang harga tiket mahal bukan karena harga Avtur. Nah, lho ini kok Presiden dan bawahannya sering berbeda. Kebayangkan bagaimana kebijakan dibuat? Negeri diurus dengan ugal-ugalan. Info tak jelas,” tegas Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

Politisi Partai Demokrat Benny Kabur Harman di akun @BennyHarmanID membeberkan sistem ketatanegaraan Indonesia terkait tanggungjawab seorang mentari.

“Dalam sistem pemerintahan presidensil tidak dikenal Menteri bertanggungjawab. Menteri tidak dapat dipersalahkan, tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebijakan yang diambil. Kesalahan menteri adalah kesalahan dan tanggungjawab presiden. Itu sistem negara kita,” tegas @BennyHarmanID.

Menhub Budi Karya sendiri menegaskan bahwa pemerintah sebagai regulator memperhatikan keseimbangan antara kepentingan masyarakat dengan maskapai.

“Balance (seimbang). Jadi kita pikirkan semuanya. Airlines dipikirkan, tapi masyarakat juga,” kata Budi Karya seperti dikutip detik.com (13/02).

Sastrawan Saut Situmorang menanggapi pernyataan Budi Karya soal kepentingan yang akan dibela pemerintah terkait mahalnya tiket pesawat.

“Pertanyaan retoris yang gak ada gunanya. Pemerintah kan bisanya cumak MENGHIMBAU kerna Neoliberalisme yang dianutnya,” tulis Saut Situmorang di akun @AngrySipelebegu mengomentari lead tulisan “Bagaimana sebenarnya sikap pemerintah sebagai regulator mengenai mahalnya harga tiket pesawat. Pemerintah bela masyarakat atau maskapai?”.

Share Button

Related Posts