October 21, 2018

Terlibat Penyiksaan Tokoh Partai Islam

Aktis FIS (wikipedia.com)


Aktis FIS (wikipedia.com)

INTELIJEN.co.id – Partai Islam Aljazair (Front Islamic du Salut) atau FIS adalah partai berideologi Islam dan konsisten memperjuangkan kepentingan Islam di Aljazair yang sekuler. Namun, dalam perjalanan perjuangan politiknya, partai ini dimatikan oleh penguasa. Karenanya, usia partai ini tidak berlangsung lama.

Keberadaan FIS, tidak lepas dari gejolak politik di Aljazair. Ketika itu pemerintah negara ini dan FLN, partai tunggal Aljazair diguncang protes. Karena kondisi tersebut, Presiden Chadi Bendjedid yang juga sekjend FLN mengizinkan pendirian partai baru. Maka setahun setelah itu berdirilah FIS atas kemauan politik pemerintah dan masyarakat.

Sudah bertahun-tahun masyarakat muslim Aljazair merasakan kekecewaan terhadap pemerintah yang dianggap sekuler. Ideologi sekuler inilah yang dianggap mayoritas muslim Aljazair sebagai penyebab tidak diakomodirnya kepentingan Islam.

Sejak lahirnya FIS, maka bermunculan parpol-parpol lain. Akan tetapi, FIS-lah yang dapat tempat di hati rakyat. Salah satu penyebabnya adalah karena konsistensi FIS dalam menegakkan perjuangan Islam serta menegakkan Islam sebagai pondasi dalam bernegara dan bermasyarakat.

Bukti kongkrit dari realitas tersebut, FIS memperoleh 54 persen suara pada pemilu 1991. Persis dua tahun semenjak FIS berdiri.

Pada putaran kedua pemilu saat itu, FIS dinyatakan menang telak atas FLN dan partai lainnya. FIS mampu mendudukkan para wakilnya di parlemen sebanyak 188 kursi atau 81 persen. Perolehan ini merupakan hasil yang fantastis sepanang sejarah partai Islam ini, yang keberadaannya tidak lama.

Kemenangan ini rupanya tidak diraih dengan mudah. Dan juga tidak sepenuhnya dapat dinikmati oleh semua pendukung FIS. Salah satu aktifisnya yang tidak dapat menikmati kemenangan bersejarah itu adalah Lakhdar Bouzenia.

Ia seorang profesor sastra Arab dan sekaligus politisi FIS. Dalam Pemilu Aljazair 1991 ia memperoleh suara 64,18 persen. Pada 11 Januari 1992 terjadi kudeta yang membuat iklim politik Aljazair berubah drastis.

Pada 24 Mei 1993 ia ditangkap dan kemudian ditahan atas tuduhan pembentukan dan mengorganisir sebuah organisasi teroris yang dianggap membahayakan keamanan negara. Tuduhan lain adalah menyebarkan publikasi yang bersifat menghasut serta kepemilikan senjata api.

Ia kemudian dipenjara di wilayah Jijel. Dan dalam penjara inilah ia mendapatkan siksaan dari dinas rahasia Aljazair, DRS. Dinas rahasia ini menjadi aktor penyiksaan tersebut. Ketika ia dihadapkan ke pengadilan, bukti-bukti penyiksaan itu sangat jelas.

Bukti secara fisik sangat menonjol, karenanya ketika hadir di pengadilan ia tidak dapat berdiri dengan tegak. Di kedua tangan dan kakinya mengalami luka akibat siksaan yang dialiminya di dalam penara.

Publik tercengang melihat kenyataan itu. Dan ini membuat para pendukungnya gundah sekaligus marah. Namun, peristiwa ini tidak menimbulkan gejolak yang berarti karena kuatnya rezim berkuasa Aljazair saat itu.(repro INTELIJEN)

Share Button