May 24, 2018

Terjadi Penyadapan, Intelijen Gagal Jaga Pertahanan RI



Badan Intelijen Negara atau BIN (IST)

Badan Intelijen Negara atau BIN (IST)

intelijen – Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari menyesalkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menunjukkan kemarahan terkait penyadapan yang dilakukan Australia terhadap SBY dan sejumlah menteri di kabinet.

Eva mempertanyakan sikap SBY yang tidak marah seperti ditunjukkan saat menanggapi terkait Bunda Putri. Padahal, menurutnya penyadapan sendiri sangat penting terkait marwah bangsa .

“Saya agak menyesal Presiden tidak menunjukkan kemarahan sebagaimana soal Bunda Putri,” ujar Eva, Selasa (19/11/2013).

Namun, Eva cukup lega Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menyatakan dengan tegas sikap keberatan pemerintah soal penyadapan oleh mata-mata intelijen Australia terhadap sejumlah pejabat tinggi Indonesia termasuk Presiden SBY.

Salah satu hal yang disampaikan Menkopolhukam adalah akan memanggil Dubes RI di Canberra ke Jakarta untuk konsultasi.

“Syukur jika penarikan Dubes RI dari Australia benar-benar dilaksanakan,” tegas Eva.

Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan ini tegaskan, bahwa DPR mendukung tindakan tegas pemerintah karena memang penyaadapan melanggar hukum internasional dan melukai persahabatan antar bangsa atas prinsip kesetaraan.

“Karena RI jadi obyek praktik kecurangan. Siapapun harus marah jika dicurangi oleh sebuah konspirasi beberapa negara yang mengaku sahabat,” ujarnya.

Tetapi, menurutnya, yang jauh lebih penting, adalah untuk melakukan evaluasi kinerja dunia intelijen Indonesia bercermin pada penyadapan Australia.

“Mereka (intelijen) gagal menjaga pertahanan RI. Harusnya para pejabatnya diganti karena tidak mampu mengendus penyadapan,” ujarnya.

Share Button

Related Posts