December 11, 2018

Tekanan Kenaikan Harga Bulan Juli Menurun

Bank Indonesia (ist)


intelijen – Konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga pada Juli 2018 mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari peningkatan indeks ekspektasi harga pada Juli 2018 sebesar 183,6, lebih rendah dari 184,4 pada bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, perkiraan perlambatan tekanan kenaikan harga disebabkan kembali normalnya permintaan terhadap barang dan jasa pasca Idul Fitri. Data spasial, penurunan indeks ekspektasi harga terjadi di 6 kota dengan penurunan tertinggi di Kota Samarinda dan Medan.

Adapun tekanan kenaikan harga pada Oktober 2018 diperkirakan meningkat, didorong kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga BBM dan tarif listrik pada semester kedua 2018. “Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) Oktober mendatang yang meningkat 1,6 poin, dari 165,0 pada bulan sebelumnya menjadi 166,8,” kata Agusman di Jakarta Sabtu (5/5/2018).

Secara spasial, tekanan kenaikan harga meningkat di 9 kota survei, tertinggi di Banten dan Samarinda. Sementara itu, konsumen memperkirakan tekanan harga pada April 2019 mendatang sedikit menurun.

Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi harga pada April mendatang sebesar 179,7, sedikit lebih rendah dari 180,0 pada bulan sebelumnya. Penurunan tekanan kenaikan harga secara regional diperkirakan terjadi di 7 kota, terdalam di Medan dan Samarinda.

Dia melanjutkan, pada April 2018, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 122,2, lebih tinggi dari 121,6 pada Maret 2018.

Peningkatan optimisme konsumen tersebut didorong oleh kenaikan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 1,3 poin dari bulan sebelumnya, sedangkan lndeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) relatif stabil.

Menurut Agusman, secara spasial, peningkatan IKK April 2018 terjadi di 9 kota pelaksana survei, tertinggi di Kota Pontianak dan Semarang. “Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi Oktober 2019 meningkat, tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 133,0 pada bulan sebelumnya menjadi 134,3 pada April 2018,” urainya.

Kenaikan IEK didorong oleh kenaikan seluruh komponen pembentuknya, tertinggi kenaikan pada indeks ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha ke depan sebesar 1,9 poin menjadi 136,4 pada April 2018. Secara spasial, lanjut dia, kenaikan IEK terjadi di 10 kota dengan kenaikan tertinggi terjadi di Semarang dan Pangkal Pinang.

Sementara itu, kenaikan Indeks ekspektasi kegiatan usaha pada April 2018 terjadi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp2,1 juta-Rp3 juta dan di atas Rp4 juta per bulan. Berdasarkan kelompok umur responden, kenaikan indeks terutama terjadi pada kelompok umur 31-60 tahun.

“Responden memperkirakan intensitas pembangunan nasional yang semakin meningkat pada semester II 2018 yang disertai dengan terkendalinya kenaikan harga barang dan jasa akan berdampak positif dalam mendorong pertumbuhan kegiatan usaha ke depan,” papar Agusman.

Kegiatan usaha yang tumbuh lebih tinggi juga diperkirakan berdampak pada meningkatnya ketersediaan lapangan kerja pada Oktober mendatang.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja bulan Oktober 2018 mendatang sebesar 119,3, naik 0,5 poin dari bulan sebelumnya. Kenaikan indeks terjadi pada responden dengan tingkat pendidikan SLTA dan Akademi. Sementara dari sisi usia, meningkatnya ekspektasi terjadi pada usia diatas 30 tahun.

Share Button

Related Posts