December 12, 2018

“Tegaskan Bisa Ada Reformasi Lagi, Sinyal SBY Galang Kekuatan untuk Ganti Presiden 2019”

Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (merdeka)


intelijen – Besar kemungkinan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang menggalang kekuatan untuk mengganti Presiden RI di Pilpres 2019. Hal itu tercermin dari penegasan SBY di akun Twitter yang mengingatkan akan terjadinya kembali reformasi.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (22/05). “Pernyataan SBY bahwa reformasi bisa terjadi lagi, itu menandakan SBY menginginkan perubahan pada 2019,” kata Huda.

Menurut Huda, suasana batin SBY sangat kesal dengan Presiden Joko Widodo dan pendukungnya yang selalu menyalahkan pemerintah sebelumnya jika ada masalah. “Kalau peresmian proyek infrastruktur yang dibangun sejak era sebelumnya, diklaim sukses Jokowi. Tetapi, ketika ada masalah pemerintahan sebelumnya disalahkan,” jelas Huda.

Huda menilai, SBY juga termotivasi dengan kemenangan Mahathir Mohamad yang kembali turun gelanggang menggalang kekuatan sehingga mampu mengalahkan Najib Razak di Pemilu Malaysia.

“Saat ini kebisingan di era Jokowi karena pendukung Jokowi sendiri. Ini yang harus diakhiri. Lihat saja pasca Ahok, DKI tidak terjadi bising dan ribut lagi,” papar Huda.

Di akun Twitter @SBYudhoyono, SBY mengingatkan soal amanah reformasi. “Generasi sekarang dan mendatang wajib jalankan dan wujudkan amanah reformasi tersebut. Kalau tidak, bisa ada reformasi lagi di masa depan. *SBY*.” Tulis @SBYudhoyono dalam kultwit-nya.

Terkait reformasi, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyarankan masyarakat menjadikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebagai kiblat untuk mengganti pemimpin Indonesia.

Menurutnya, Mahathir berhasil mengelola isu saat mencalonkan diri sebagai calon perdana menteri Malaysia.

“Kalau kita mau mengganti sebuah otoritas kekuasaan yang makin tidak friendly kepada bangsa sendiri, malah disoriented, itu cepat-cepat berkiblat ke Mahathir,” ujar Amien saat berpidato dalam acara ’20 Tahun Refleksi Reformasi di Gedung DPR, Jakarta (21/05).

Amien menuturkan ada dua isu krusial yang dipakai Mahathir saat Pemilu Raya Malaysia. Isu itu berhasil menggulingkan kejayaan petahana Najib Razak yang digadang-gadang bakal terpilih kembali.

Isu pertama yang ditawarkan Mahathir, kata Amien, adalah meminta pertanggungjawaban Najib dalam kasus dugaan korupsi dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhard (1MDB) yang diduga melibatkan Najib Razak.

Isu kedua yang ditawarkan yakni menutup proyek Forest City di Johor Baru. Proyek itu disebut menggunakan anggaran fantastis dan menyita lahan yang sangat luas.

Red

Share Button

Related Posts