December 15, 2018

“Tak Beradab, Khotib Masjid Ukur Keimanan Jokowi”

Khutbah Sholat Juma'at (ilst)


intelijen – Polemik intel khutbah di masjid ternyata belum usai. Staf Khusus Mendagri,  Umar Syadat Hasibuan mengunggah foto seorang khotib Sholat Jum’at di wilayah Duren Sawit, yang dinilai mendiskreditkan  capres Joko Widodo.

“Astagfirullah, khotib ini malah kampanye anti Jokowi. Khotibnya parah! Hanya Allah yang bisa mengukur kadar iman Jokowi, bukan Khotib Masjid.Tidaklah beradab kalau Khotib menjelek-jelekan seseorang di dalam Masjid,” tegas Umar Syadat di akun Twitter  ‏@Umar_Hasibuan.

Akun @BiLLYKOMPAS dan @Gun_Romli merespon kicauan Umar Syadat. “Kaget juga saya, khotib nya teriak-teriak  kayak orang gila menjelek-jelekkan orang,” kicau @Umar_Hasibuan menanggapi komentar @BiLLYKOMPAS.

Soal isu perintah menginteli masjid, PDI Perjuangan (PDIP) telah membantah pemberitaan yang menyebutkan PDIP melakukan aksi intelijen terhadap masjid. Ketua Baitul Muslimin Indonesia, yang juga Ketua DPP PDIP, Hamka Haq mengatakan sejarah PDIP membuktikan justru partai itu yang sering menjadi korban operasi khusus. Sementara PDIP sama sekali tidak memiliki aparat intel.

“Yang kami miliki adalah rakyat Marhaen. Kami juga memiliki Baitul Muslimin yang memiliki peran penting dan strategis untuk membangun kader-kader manusia Indonesia  yang berkarakter dan berakhak mulia,” tegas Hamka di Jakarta.

Share Button

Related Posts