July 23, 2018

Sukmawati Minta Maaf, Pengacara Senior: Jangan Sampai Ubah Status RI Negara Hukum

Sukmawati Soekarnoputri dan Basuki Tjahaja Purnama (detik)


intelijen – Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam terkait puisi “Ibu Indonesia” melalui konferensi pers di Jakarta (04/04).

Apakah dengan permintaan maaf itu, pelapor Sukmawati ‏akan menarik laporan yang sudah disampaikan ke kepolisian? “Sudah beberapa laporan polisi masuk untuk Bu Sukmawati. Apakah akan lanjut atau ditarik dengan pernyataan maaf ini?” tanya penulis kondang Zara Zettira ZR di akun Twitter @zarazettirazr.

Saat sejumlah pihak mempertimbangkan untuk menarik laporan, politisi PSI yang juga aktivis liberal Guntur Romli justru melemparkan tudingan.

Guntur memastikan, pihak yang pura-pura tersinggung dengan puisi Sukmawati tetap akan terus menggoreng kasus Sukmawati. “Yang tersinggungnya ikhlas saya yakin akan memaafkan, tapi yang pura-pura tersinggung karena ada niat-niat lain, pastilah akan terus menggoreng, yuk buktikan siapa yang tersinggung ikhlas atau karena ada niatan lain…,” tulis Guntur di akun @GunRomli.

Di sisi lain, pengacara senior Ach Supyadi, yang juga salah satu pihak yang melaporkan Sukmawati, mengingatkan bahwa permintaan maaf sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, hal itu jangan sampai mengubah status Indonesia sebagai negara hukum.

“Permintaan maaf sah-sah saja, tetapi jangan sampai merubah status Indonesia yang merupakan negara hukum,” tegas Supyadi di akun @adv_supyadi menjawab pertanyaan akun @andaa_p.

Kuasa hukum dari Forum Anti Penodaaan Agama (Fapa) Denny Ardiansyah Lubis menyatakan, Fapa tetap meminta kasus hukum dugaan penodaan agama tetap diproses Polri.

“Pertama, ini bukan soal permintaan maaf. Tetapi, sebuah ujaran kebencian terhadap SARA dan yang kedua adalah penodaan agama, sehingga bagi kami perlu siapa pun orangnya, siapa pun pengujarnya harus diproses secara hukum,” tegas Denny seperti dikutip viva.co.id (04/04).

Hingga hari ini, Bareskrim Polri sudah menerima laporan dari lembaga-lembaga yang menggugat puisi Sukmawati. Lembaga itu antara lain Tim Pembela Ulama Advokat (TPUA); Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII); Forum Anti-Penodaan Agama (FAPA); Street Lawyer Jakarta; Persaudaraan Alumni 212; Pembela Imam Besar Habib Rizieq; Alumni 212.

Share Button

Related Posts