February 24, 2019

Studi: Penyebar Berita Hoax Didominasi Orang Tua

Ilustrasi (ist)


intelijen – Berita hoax atau palsu sangat marak berkeliaran di jagad maya. Tak hanya soal politik, berita palsu juga berkaitan dengan isu-isu lain seperti kesehatan, bencana, produk dll. Berita palsu ini massive di sebar di platform social media seperti Facebook dan Twitter.

Nah, menariknya, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Science Advances,seperti dilaporkan The Verge, ditemukan bahwa sebagian besar berita palsu yang dibagikan di internet biasanya dilakukan oleh mereka yang berusia di atas 65. Tampaknya kelompok umur ini cenderung membagikan berita palsu tujuh kali lebih banyak daripada mereka yang berusia 29 tahun ke bawah, dan ini benar terlepas dari ideologi, tingkat pendidikan, atau afiliasi politik.

Sayangnya penelitian ini tidak benar-benar menyebutkan mengapa orang yang lebih tua lebih mungkin berbagi berita palsu. Spekulasinya bahwa kurangnya keterampilan melek digital dibandingkan dengan yang dibesarkan di era komputer bisa menjadi salah satu alasan.

Pada saat yang sama, lansia Amerika cenderung menjadi korban penipuan sehingga FBI memiliki halaman panduan yang didedikasikan untuk mereka. Tampaknya pendekatan multi-cabang untuk mengurangi penyebaran berita palsu akan lebih efektif daripada mencoba menyelesaikan hanya satu variabel.

Untuk diketahui bahwa studi ini dilakukan di AS, jadi mungkin akan berbeda hasilnya dengan kondisi di Indonesia. Yang jelas, berita palsu atau hoax menjelang Pilpres di Indonesia juga cenderung lebih massive dari momen-momen lainnya.

 

(Sumber)

Share Button

Related Posts