July 22, 2018

Sri Mulyani Percepat Pengajuan Insentif Bebas Pajak bagi Investor

Ilustrasi (ist)


intelijen – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mempermudah dan mempercepat pengajuan tax holiday dalam bentuk fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dari lima bulan menjadi paling cepat lima hari saja. Harapannya agar lebih meningkatkan kegiatan investasi langsung pada industri pionir.

Revisi syarat maupun pengajuan insentif bebas pajak ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PNK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

“Dari sisi substansi insentifnya, dipastikan pengurang pajaknya 100 persen (dibandingkan dengan range 10-100 persen tergantung keputusan Menkeu di PMK lama,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

“Jangka waktunya juga lebih pasti dibandingkan ketentuan sebelumnya,” dia menambahkan.

Lebih jauh Hestu Yoga menjelaskan, PMK Nomor 35 Tahun 2018 ini juga mempermudah dan menyederhanakan prosedur pengajuan tax holiday. Pada aturan yang lama PMK Nomor 159 Tahun 2015, sambungnya, pengajuan dimulai di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk selanjutnya dilakukan kajian dengan melibatkan kementerian terkait.

Kemudian, rekomendasi BKPM kepada Menkeu akan ditindaklanjuti dengan komite verifikasi lagi sebelum ditetapkan oleh Menkeu. Proses pengajuan tersebut membutuhkan waktu nyaris lima bulan.

“Proses itu bisa memakan waktu 145 hari dan bisa saja ditolak,” tegas Hestu Yoga.

Namun di PMK baru berbeda. Dia melanjutkan, pengajuan insentif pengurang pajak atau bebas pajak ke BKPM untuk diteliti aspek formalnya saja.

“Selanjutnya diteruskan ke Menkeu untuk diberikan penetapan dalam jangka waktu lima hari, sepanjang kriteria terpenuhi. Jadi kita berikan kepastian di awal secara sederhana dan cepat bagi investor untuk mendapatkan fasilitas ini,” terang Hestu Yoga.

Share Button

Related Posts