October 24, 2018

Soal SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq, Polisi Saling Lempar 'Bola'

Habib Rizieq Shihab (ist)


intelijen – Mabes Polri masih irit bicara mengenai isu penerbitan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 perkara dugaan chat pornografi yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Informasi dihentikannya perkara yang melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein itu sendiri diklaim oleh Kapitera Ampera selaku penasihat hukum Habib Rizieq.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengaku belum mengetahui adanya penghentian penyidikan kasus tersebut. Sejauh ini, kata dia, SP3 kasus Rizieq Shihab baru diterbitkan pada perkara penodaan lambang negara yang ditangani Polda Jawa Barat.

“Kalau yang di Bandung saya tahu. Untuk yang di sini (Polda Metro Jaya), saya tidak tahu,” kata Syafruddin saat dikonfirmasi wartawan di sela gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2018).

Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Dia belum mau beri keterangan lebih mendalam kepada awak media. “Itu biar Pak Kadiv Humas saja ya,” tutur dia.

Namun, di sisi lain, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto meminta awak media untuk mengonfirmasi kepada pihak Polda Metro Jaya. Mengingat, kasus itu sejak awal ditangani oleh Polda Metro.

“Saya belum tahu. Nanti Polda Metro Jaya itu. Nanti tanya Pak Kabareskrim,” kata Setyo yang juga ditemui di Lapangan Monas.

Dengan pernyataan para pejabat Polri itu, awak media pun akhirnya mengonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Namun, pewarta kembali dibuat bingung.

Pasalnya, Argo malah meminta kepada wartawan untuk mengonfirmasi kepada pejabat yang ada di Mabes Polri. Menurutnya, informasi SP3 ini sudah disepakati untuk disampaikan melalui satu pintu. “Itu biar Mabes saja. Biar satu pintu,” ujar Argo.

Kapitra Ampera sebelumnya mengklaim ke beberapa awak media mengenai SP3 kasus kliennya itu. Bahkan kata dia perkara itu sudah dihentikan sejak sejak Februari 2018.

Setelah memberikan informasi itu, Kapitera justru memberikan “bola panas” tersebut kepada Polisi. Dia meminta kepada aparat untuk umumkan SP3 tersebut. “Iya, kami minta polisi segera umumkan. Kita sudah tunggu lama dari Februari agar polisi beri kepastian hukum,” kata Kapitra saat dikonfirmasi.

Share Button

Related Posts