March 25, 2019

Soal Penangkapan Bos Huawei, China Sebut Kanada Terapkan Standar Ganda

Huawei


intelijen – Duta Besar China untuk Kanada menuding Ottawa menerapkan standar ganda dan mengabaikan kedaulatan hukum negaranya, dalam pertikaian diplomatik yang dipicu oleh penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou atas permintaan Amerika Serikat (AS).

Beijing mengecam penangkapan Kanada terhadap Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei Technologies Co pada 1 Desember atas surat perintah ekstradisi AS. Beijing pun mengancam akan melakukan pembalasan kecuali kasus terhadap Meng Wanzhou dibatalkan.

Beberapa hari setelah penangkapan, China menahan dua warga Kanada – pengusaha Michael Spavor dan Michael Kovrig, mantan diplomat dan penasihat International Crisis Group – yang sedang diselidiki karena membahayakan keamanan nasionalnya.

Dalam sebuah artikel di surat kabar Hill Times yang berbasis di Ottawa, Duta Besar China Lu Shaye mengatakan tuntutan Kanada untuk pembebasan kedua orang itu mencerminkan “standar ganda” yang lahir dari egotisme Barat dan supremasi kulit putih.

“Tampaknya, bagi orang-orang itu, hukum Kanada atau negara-negara Barat lainnya adalah hukum dan harus dipatuhi, sementara hukum China tidak, dan tidak seharusnya dihormati,” tulisnya.

“Kurangnya perhatian di Kanada untuk kasus Meng memberi kesan bahwa perlakukan kemanusiaan hanya dianggap perlu untuk warga negara Kanada, bukan orang China,” tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/1/2019).

China tidak menarik hubungan langsung antara penahanannya terhadap dua warga Kanada dan penangkapan Meng, tetapi diplomat Barat yang berbasis di Beijing menyebut kasus yang menjerat keduanya sebagai aksi balasan.

Share Button

Related Posts