February 24, 2019

“Soal ‘Kufur Nikmat’ Pertumbuhan Ekonomi RI, Justru Jokowi yang Kufur Nikmat Sebagai Presiden”

Joko Widodo (tribunnews)


intelijen – Presiden Joko Widodo meminta agar rakyat bersyukur atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mencapai 5,17% sepanjang 2018.

“Kita ini sudah masuk ke dalam grup G20, yang PDB-nya kita juga lebih US$ 1 triliun, kemudian inflasinya 3,13%, juga inflasi yang rendah. Ini patut kita syukuri, kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5% Alhamdulillah disyukuri,” tutur Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta (07/02).

Pernyataan Jokowi itu menjadi polemik karena pada 2014 mantan Walikota Solo haqul yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7%.

Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menyoal permintaan Jokowi agar tidak kufur nikmat menyikapai pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS hanya mencapai 5,17%.

“Pertumbuhan 7% tidak sulit. Kata Bapak ini di tahun 2014. Sangat meyakinkan. Kini, 2018, Bapak yang sama bilang jangan “kufur nikmat” atas pertumbuhan yang mentok di 5%. Sungguh tak kenal malu,” tulis Rachland di akun Twitter @RachlanNashidik.

@RachlanNashidik pun membandingkan sejumlah pemberitaan media terkait janji pertumbuhan ekonomi RI ala Jokowi yang akan mencapai 7,8% pada 2018, dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,17%.

“Sudahlah, Pakde. Solo merindukanmu,” tulis @RachlanNashidik mengomentari rilis media, diantaranya yang berjudul “Jokowi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 7,8 Persen pada 2018” dan “Jokowi: Jangan Kufur Nikmat, Pertumbuhan di Atas 5% Disyukuri”.

Pernyataan keras dilontarkan komunikator Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean soal “kufur nikmat” pertumbuhan ekonomi RI.

“Soal Kufur Nikmat, Saya justru melihat bahwa @jokowi lah yang kufur nikmat sebagai presiden.
SBY mewariskan kondisi bangsa yang baik, aman, damai dan ekonomi yang tumbuh serta PDB naik tinggi. Tapi JKW terlalu sering menyalahkan masa lalu seolah dirinya lebih hebat dari semua presiden,” tegas Ferdinand di akun @Ferdinand_Haean

@Ferdinand_Haean menambahkan: “Menyuruh orang mensyukuri kegagalan, sejatinya adalah kufur nikmat. Jokowi yang janjikan ekonomi tumbuh 7% dengan narasi tambahan tidak sulit-sulit amat. Setelah gagal, rakyat disuruh mensyukurinya dan minta memilihnya lagi. Mestinya bersyukur sudah dikasih 1 periode.”

Share Button

Related Posts