August 16, 2018

SIS, Dinas Intelijen Republik Ceko, Kontra-Intelijen Cerdik (1)

Terbuka, Kantor SIS di Praha (wikimedia.org)


Terbuka, Kantor SIS di Praha (wikimedia.org)

INTELIJEN.co.id – Dinas intelijen dalam negeri Republik Ceko, SIS, menganagi operasi kontra intelijen, mengawasi gerakan-gerakan ekstrimis dan organisasi-organisasi penentang pemerintah, aksi-aksi terorisme baik organisasi atau individu, dan aksi-aksi ilegal di bidang ekonomi dan industri.

Setiap bulan November tiba, di Republik Ceko diadakan sebuah perayaan akbar memperingati runtuhnya rejim komunis. Tepatnya tanggal 17 November 1989 rejim komunis Ceko jatuh dan rakyat Ceko beramai-ramai memperingatinya sebagai sebuah kebebasan berbangsa dan bernegara.

Pada waktu itu, mahasiswa melakukan demo besar-besaran di lapangan Wenceslass. Arus demo dibarengi dengan runtuhnya tembok Berlin. Protes ini kemudian dikenal dengan Revolusi Sutra.    

Tidak lama kemudian, 5 Desember 1989 Ceko telah memiliki pemerintahan baru. Dan pada 27 Desember tahun yang sama, Vaclav Havel, seorang aktivis demokrasi yang dipenjara bertahun-tahun diangkat menjadi presiden pertama negara ini.

Pasca revolusi ini, Ceko menjadi negara paling stabil, di antara sembilan negara eks-komunis lainnya, dalam menjalani masa transisi. Bahkan, Ceko kini telah menjadi bagian dari Uni Eropa dan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato).

Reformasi pasca rejim sosialis berjalan rapi yang dibarengi dengan dengan memperkuat wilayah intelijen. Empat dinas intelijen dibentuk negara ini. SIS adalah salah satu dari empat institusi intelijen yang dibangun.

Tiga lainnya adalah dinas hubungan luar negeri dan informasi (Urad pro Zahranicni Styky a Informace, USZI), badan intelijen umum (Zpravodajska Sprava Generalniko Stab, ZSGS) dan Badan Intelijen Pertahanan Militer (Military Defense Intelligence Agency).

SIS yang dalam bahasa Ceko-nya Ceko-nya Bezpe?nostní Informa?ní Služba (BIS) didirikan pada 30 Juli 1994. Saat ini dipimpin oleh seorang direktur, Ji?í Lang.  

Misi

Satu hal yang mungkin tidak dapat dihindari dalam setiap negara adalah pentingnya penciptaan keamanan dan stabilitas di bidang lainnya. Karena itulah, SIS didirikan untuk melakukan segala upaya untuk terciptanya stabilitas keamanan di negara ini.

Sebagai badan intelijen negara, SIS beroperasi untuk melindungi kepentingan negara, menjaga demokrasi dan kebebesan warga dalam beraktifitas dan menyampaikan pendapat.

Dinas ini juga berkewajiban melindungi bangsa dan negara dari setiap bentuk kejahatan serius demi menjaga dan melindungi warga negara. Bahkan, kejahatan kecil yang belum tumbuh menjadi sebuah ancaman pun merupakan target operasi dinas ini.

Peran preventif SIS tidak dapat digantikan oleh badan-badan lainnya. Sejauh ini SIS terlibat bukan hanya untuk mempertahankan negara dari ancaman tetapi menjaga kedaulatan Republik Ceko itu sendiri.

Dalam melakukan operasi intelijennya, SIS menggandeng beberapa dinas lain di dalam negeri maupun luar negeri. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kemitraan dengan beberapa negara lain dalam hal intelijen. Karena pada dasarnya setiap ancaman yang mengarah pada setiap negara muncul dari berbagai arah, tidak hanya dari dalam negeri saja.

Dalam memenuhi misinya di dalam negeri, layanan intelijen ini juga bekerja sama dengan masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting, meskipun tidak secara langsung.

Dinas ini meyakini bahwa setiap bahaya dapat mengancam seluruh peradaban manusia. Karena itu apapun bentuknya harus ditumpulkan. Dan bentuk-bentuk ancaman, seperti terorisme internasional penyebaran teknologi dan komponen untuk produksi nuklir, senjata kimia dan biologi, pengiriman senjata ilegal dan upaya kejahatan untuk mengilfiltrasi pemerintah tidak dapat dilakukan oleh SIS semata tanpa dukungan dan partisipasi pihak lain.  

Kepada setiap masyarakat yang memiliki informasi yang berguna dan relevan diminta menghubungi dinas ini. Selain masyarakat umu, mitra utama operasi intelijen SIS adalah adalah UZSI yaitu dinas intelijen luar negeri. Dinas intelijen militer Ceko juga slah satu mitra kerjanya.

Bentuk kerja sama apik antara SIS dengan intelijen militer Ceko terlihat ketika pemerintah Ceko mengusir dua orang diplomat Rusia dari tanah Ceko.

Kerja sama ini diatur oleh undang-undang, yang di antara isinya adalah mengenai pertukaan informasi yang bertujuan untuk kepentingan keamanan Ceko secara luas.

Kewenangan SIS dalam menumpulkan setiap ancaman, SIS memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Tapi, dalam kondisi tertentu atau dalam keanaan terpaksa pelanggaran terhadap hak asasi menjadi pilihan terakhir. Hal demikian itu pun harus didasari oleh undang-undang yang ada.  

Demi tujuan menjaga HAM, sejauh ini, SIS diawasi secara ketat oleh parlemen negara ini. Demikian ini dilakukan agar tindakan-tindakan yang melanggar HAM dapat diminimalisir.

Bukti dari ketatnya pengawasan terhadap dinas ini adalah setiap anggota SIS tidak diperbolehkan menangkap, menuduh masyarakat serta menggali informasi di luar tugas mereka. Dengan kata lain, setiap operasi mereka harus atas nama dan demi kepentingan korp.

Setia dan Terbuka

Sebagai badan non-partisan, SIS merupakan dinas intelijen domestik yang dalam setiap operasinya selalu mengedepankan kesetiaan terhadap negara dan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, hukum, kode etik dan profesionalisme.

Dan selayaknya suatu dinas intelijen, SIS bekerja secara terselubung atau rahasia. Namun pada perjalanannya, masyarakat menuntut mengetahui cara kerja dan apa pula yang telah dilakukannya. Publik juga menginginkan dinas ini mempublikasikan keberhasilannya dalam menjalankan tugas.

Tuntutan ini muncul karena, seluruh jajaran intelijen SIS digaji dari uang pajak. Pemerintah mengabulkan tuntutan tersebut. Langkah pemerintah ini dapat terbukti bahwa dinas ini setiap tahunnya memberikan laporan secara terbuka kepada masyarakat melalui websitenya yang mudah diakses oleh semua orang. Hal ini juga membuktikan bahwa SIS adalah lembaga intelijen yang demokratis.

Di antara tantangan yang dihadapi internal SIS adalah upaya peningkatan sumber daya anggota. Karena itu, semua dinas di negeri ini berharap kepada Amerika Serikat, Inggris dan Belanda memberikan pelatihan teknis mengenai operasi intelijen. Dan itu terwujud pada era 1990-an.

Share Button