October 24, 2018

#ShameOnYouJKW jadi Trending, Terburuk di Asia! Dolar Tembus Rp.14.100 dan IHSG Anjlok 1,34%

Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo (kompas)


intelijen – Hari ini (16/05), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah menembus Rp 14.100. Posisi rupiah hari ini merupakan yang terlemah sejak September 2015. Rupiah jadi mata uang dengan depresiasi terdalam di kawasan Asia.

Ironis, posisi rupiah terhadap dollar AS di angka Rp 14.100 terjadi setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo mengkritik kebijakan subsidi BBM era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jokowi menyebut pemerintahan sebelumnya memberikan subsidi BBM sebesar Rp 340 triliun tapi tidak bisa menerapkan satu harga di seluruh daerah di Indonesia pada saat itu.

Politisi Partai Demokrat pun ramai-ramai mengomentari kondisi rupiah hari ini dan kritikan Jokowi terhadap SBY sebelumnya. Bahkan, hastag atau tanda pagar #ShameOnYouJKW yang digalang bertenggar di posisi atas trending topic sosmed Twitter hari ini.

“Terburuk di Asia. Dolar tembus Rp.14.100 dan IHSG anjlok 1,34%. Dia sibuk muji diri. #ShameOnYouJKW,” tulis komunikator Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun Twitter @LawanPoLitikJKW.

Mantan relawan Jokowi di Pilpres 2014 ini mengingatkan kondisi ekonomi Indonesia jika harga minyak mentah dunia naik ke USD 100 per barel. “Saya sungguh pengen lihat nanti situasinya ketika Crude naik ke USD 100/ barel atau bahkan bila sama dengan era SBY hingga USD 120/barel. Ada yang menjerit ngga nanti,” tulis @LawanPoLitikJKW.

Mantan staf khusus Presiden SBY, Andi Arief, turut mengingatkan Jokowi. “Presiden itu harua pandai mengatur pembicaraan, jangan selalu menyerang pendahulunya yang serangannya pun ngawur l#ShameOnYouJkw,” tegas Andi di akun @andiarief__.

Secara khusus, SBY di akun Twitter pribadi menegaskan, Jokowi tidak tepat menyalahkan pemerintahan yang sudah berlalu sekarang. Apalagi, kata SBY, saat ini negara sedang dalam ancaman keamanan dari pelaku teror dan juga ancaman di bidang ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Pak Jokowi intinya mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi untuk rakyat dan kebijakan harga BBM, yang berlaku di era pemerintahan saya. Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, & ekonomi,” tulis SBY di akun @SBYudhoyono (15/5) malam.

Share Button

Related Posts