December 11, 2018

Setnov Divonis 15 Tahun, Budayawan: Di Mahkamah Agung Nanti, Artijo akan Vonis Seumur Hidup

Setya Novanto dan Megawati Soekarnoputri (kabar24).


intelijen – Mantan Ketum Golkar Setya Novanto (Setnov) divonis 15 tahun penjara dan denda RP 500 juta subsider tiga bulan kurungan penjara. Keputusan itu diketok Ketua Majelis Hakim Yanto dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Vonis untuk kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP itu ditanggapi beragam oleh publik. Budayawan Putu Setia atau Mpu Jaya Prema turut mengomentari vonis untuk mantan Ketua DPR RI itu. Mpu Jaya Prema berharap Hakim Agung Artidjo Alkostar untu menetapkan hukuman seumur hidup untuk Setnov.

“Di PN kena 15 tahun. Di PT bisa naik 20 tahun. Terus di MA? Mohon pada Pak Artijo cukuplah seumur hidup. Jgn lebih tinggi dari seumur hidup… saya bisa kaget meski EKTP anak saya masih “bukti rekam data pengganti eKTP,” tulis Mpu Jaya Prema di akun Twitter @mpujayaprema.

Sementara pengamat politik AS Hikam menilai vonis Setnov sudah cukup lumayan. Vonis untuk Setnov: 15 tahun BUI; kembalikan uang negara 7,3 Jt Dollar, pencabutan hak politik, ditolak jadi justice collaborator. Lumayan” beber AS Hikam di akun @mashikam.

Untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap vonis Setnov, akun resmi Sahabat ICW , @sahabatICW, membuat survei netizen soal vonis Setnov. “Tweeps, hakim sudah memutuskan, Setnov dihukum penjara 15 Tahun. Puaskah Anda? Alasannya apa sih? Kasih tau Mimin dong!” tulis @sahabatICW.

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memutuskan bahwa Setnov terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (e-KTP), yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

“Mengadili menyatakan terdakwa Setya Novanto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama sama, sebagaimana dalam dakwaan kedua jaksa penuntut umum. Menjatuhkan Pidana oleh karena itu maka terdakwa Setya Novanto dengan pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Yanto membacakan amar putusan (24/04).

Share Button

Related Posts