March 26, 2019

“Setelah PSI, Kini Jokowi Bikin Malu Indonesia di Mata Rusia! Malu Karena Pengetahuan Terbatas”

Joko Widodo dan Elit PSI (kataindonesia)


intelijen – Oposisi telah diintimidasi, sebagian dipersekusi dan ditangkap. Tak hanya itu, pemberitaan televisi dikuasai, dan sebagian media besar dikooptasi, aparat hukum berpolitik! Mengapa penguasa masih berteriak “Propaganda Rusia”.

Pertanyaan keras itu dilontarkan politisi Partai Demokrat Andi Arief, mengecam pernyataan capres petahana Joko Widodo yang menyebut timses lawan menggunakan propaganda Rusia.

“Cara berpolitik yang penuh etika, dan tata krama, penuh keadaban, sopan dan santun. Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks,” demikian kata Jokowi saat menghadiri deklarasi Forum Alumni Jatim di Tugu Pahlawan, Surabaya (02/02).

Andi Arief di akun Twitter @AndiArief__, menambahkan: “Hampir semua menteri, gubermur, bupati dam walikota sampai kepala desa sudah Bapak kuasai, intelektual kampus dan lembaga resmi plat merah serta pengamat bapak jadikan tukang, dimana Propaganda Rusia?”

Belakangan, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia di akun resmi @RusEmbJakarta mengklarifikasi tudingan Jokowi tersebut. Kedubes Rusia menegaskan bahwa posisi prinsipil Rusia tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia.

“Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami,” tulis @RusEmbJakarta.

@RusEmbJakarta menambahkan: “Sebagaimana diketahui istilah “propaganda Rusia” direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas.”

Atas tudingan Jokowi yang tidak berdasar itu dan telah dibantah Kedubes Rusia, Andi Arief menegaskan bahwa Jokowi telah membuat malu Indonesia di mata Rusia.

“Setelah PSI, kini Jokowi membuat malu Imdonesia di mata Rusia.Malunya itu karena pengetahuan terbatas,” tulis @AndiArief__.

 

Share Button

Related Posts