December 12, 2018

Serangan WannaCry di Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia

WannaCry


intelijen – Tak terasa, bulan ini tepat setahun sejak serangan ransomware WannaCrypt atau WannaCry melanda banyak negara. Kala itu, Indonesia juga kena getahnya. Serangan siber yang meresahkan ini tak cuma membuat heboh Indonesia, tetapi juga semua negara di dunia.

Jelas saja, WannaCry mampu melumpuhkan sistem digital perusahaan otomotif Honda, hingga menyetop produksi di pabrik kendaraannya selama satu hari. Parahnya, bahkan ribuan alamat IP di Indonesia sampai terjangkit WannaCry.

WannaCry juga meneror sejumlah rumah sakit di Jakarta. Akibat serangan tersebut, sistem pelayanan komputer rumah sakit tersebut mati total.

Menurut keterangan CTO Avast Ondrej Vicek, serangan WannaCry yang menghampiri Indonesia ternyata didapuk terbesar kedua di dunia.

Pihaknya juga telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 176 juta serangan WannaCry di 217 negara sejak awal 2016. Serangan tersebut bahkan masih terus berlanjut hingga tahun ini

Seperti dilansir Tekno Liputan6.com pada Minggu (6/5/2018), Avast juga telah memblokir 54 juta serangan WannaCry selama Maret 2018.

Sementara, di Indonesia Avast sudah berhasil menendang 17 juta serangan WannaCry pada periode 5 Desember 2017-4 Januari 2018.

“Kami ingat kehebohan publik waktu ‘wabah’ (WannaCry) tersebut pecah untuk pertama kalinya. Kita pasti berasumsi kalau pengguna PC pribadi dan perusahaan sudah memperbarui sistem mereka,” ujar Vicek.

“Tapi sayang, data kami mencatat masih ada sepertiga (sekitar 29 persen) komputer berbasis Windows di seluruh dunia yang masih rentan dengan WannaCry,” tambahnya menjelaskan.

Ia juga menuturkan, WannaCry berhasil membobol komputer disebabkan sejumlah faktor, seperti ransomware yang bisa mengeksploitasi kerentanan yang ada di PC dengan sistem operasi lawas.

Untuk diketahui, hampir sebagian besar sistem operasi lama sudah tidak didukung pembaruan. Oleh karena itu, sistem operasi ini rentan dengan malware termasuk WannaCry.

Dari sini, WannaCry tidak lagi perlu interaksi dari pengguna untuk ‘menularkan’ karena ia sudah diprogram dalam bentuk worm.

Share Button

Related Posts