October 24, 2018

“Serang” SBY, Komunikator Demokrat: Suruh Hasto Nangis Saja, Daripada Ngomong Ngaco!

Hasto Kristiyanto (jawapos)


intelijen – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa keluhan melankolis Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu muncul menjelang pemilu. Hasto menuding SBY selalu menjual hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan Hasto ini dikecam banyak pihak, terutama elit Demokrat. Komunikator Demokrat Cipta Panca Laksana bahkan meminta Hasto untuk menangis, karena menuduh SBY melankolis.

“Hasto yang suka nangis nuduh orang lain melankolis. #SodorinCermin. Suruh Hasto nangis aja daripada ngomong ngaco,” sindir Panca di akun Twitter @panca66.

Senada dengan Panca, Kepala Divisi Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean, menyebut pernyataan Hasto sebagai serangan yang brutal. Terlebih, Hasto juga menyebut SBY tokoh melankolis karena menyinggung hubungan dengan Megawati Soekarnoputri.

“Ada kepanikan yang tersirat dari pernyataan (Hasto) tersebut, bahwa kekalahan sudah tampak di depan mata. Hasto tidak mampu membangun narasi lagi menjelaskan situasi secara faktual, jujur dan benar. Maka Hasto menyerang SBY dan AHY secara pribadi,” ucap Ferdinand seperti dikutip kumparan (26/07).

Sebelumya, Hasto meminta SBY introspeksi dan tidak membawa-bawa nama Megawati yang seolah sebagai penghalang koalisi. “Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut,” kata Hasto Kristiyanto seperti dikutip tempo (26/07).

Usai bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, SBY mengatakan sudah berusaha membangun koalisi dengan Jokowi. SBY pun mengklaim Jokowi menginginkan Demokrat berada di dalam pemerintahan. Namun, kata SBY, ada banyak rintangan baginya dan Demokrat untuk berkoalisi dengan Jokowi.

Menurut SBY, koalisi hanya bisa terbangun jika iklimnya baik, ada kepercayaan, dan sikap saling menghormati. Kata SBY, hal-hal tersebutlah yang menjadi hambatan saat ini.

Selain itu, SBY mengatakan hubungannya dengan Megawati juga menjadi salah satu faktor. “Saya harus jujur, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada jarak,” kata SBY.

Share Button

Related Posts