May 24, 2018

“Serang Islam dan SBY, Jokowi Sepertinya Menikmati Permainan Pasukan Buzzer-nya!”

Joko Widodo dan Aktivis Sosial Media (ist)


intelijen – Semua berharap, Presiden RI hasil Pilpres 2024 tidak meneruskan tradisi mencela Presiden sebelumnya.

Harapan itu disampaikan mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief, menanggapi kritikan Presiden Joko Widodo pada kebijakan ekonomi era Pemerintahan Presiden SBY.

“Kita berharap Presiden hasil Pilpres 2024 tidak meneruskan tradisi mencela Presiden sebelumnya bahkan masuk kategori hoaks,” tulis Andi Arief di akun Twitter @andiarief__.

Secara khusus Andi menyoal sepak terjang buzzer penguasa di sosial media. “Penyebab munculnya teroris ya cebong-cebong piaraan istana sebenernya,” tegas @andiarief__.

Andi juga menilai, para buzzer penguasa sangat bersemangat menyerang hal-hal yang berbau Islam atau menyangkut SBY. “Pengetahuan cetek berkumpul di WA Group, ramai-ramai serang satu isu .. cus. Paling semangat kalau sudah menyerang yang berbau Islam atau menyangkut SBY. Jokowi menikmati sepertinya permainan pasukan cebongnya,” tulis @andiarief__.

Soal isu berbau Islam, Andi Arief menyebut penolakan penceramah di Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) dalam mengisi bulan Ramadan di Masjid Tarqiyah Taqwa, Telkomsel Smart Office Lt 9 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

“Cebong sok ngerti soal terorisme malah Telkomsel buat acara ceramah agama dibuat onar. Biang kerok reformasi dalam kolam butek,” tegas @andiarief__.

Tak hanya itu, Andi pun membandingkan penanganan terorisme saat ini dengan era Presiden SBY. “Jaman SBY teroris juga banyak, bomnya terjadi besar-besar juga bom bunuh diri. Tapi sedikitpun tidak menyalahkan Islam, tidak menyalahkan penceramah banyak bekerja sampai gembongnya Azhari dan Noordin Top didor,” beber @andiarief__.

Sebelumnya, wartawan senior yang dikenal sebagai loyalis Jokowi, Ulin Ni’am Yusron, turut mengecam penceramah yang diundang MTT. “Jadi apakah Telkomsel itu singkatan dari Teroris Koempoel Satu Sel. Ini sih namanya sel tidur yang dipelihara negara. Ingat yang dipelihara negara itu fakir miskin dan anak terlantar, bukan sel tidur teroris #TelkomselProRadikalis,” tulis Ulin di akun @ulinyusron.

Share Button

Related Posts