March 26, 2019

“Seperti Rocky Gerung, Kini Sudirman Said Hendak ‘Dihabisi’ Karena Bicara Tentang Kejadian”

Sudirman Said dan James Robert Moffet (liputan6)


intelijen – Tudingan keras dilontarkan kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Maruf Amin, kepada Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. Sudirman Said dituding berbohong soal pertemuan “rahasia” antara Presien Joko Widodo dengan bos Freeport McMorran Inc James R Moffet.

Wawancara Sudirman Said di Majalah Tambang edisi November 2015 dibeberkan kembali. Dalam wawancara itu Sudirman mengungkapkan pertemuannya bersama Presiden Jokowi dengan James R Moffet.

Menghadapi tudingan itu, Sudirman Said dalam surat terbuka berjudul “Sudirman Said: Mas Prastowo, Aku Masih Seperti Yang Dulu..” yang dimuat di kanigoro.com, kembali menjelaskan panjang lebar soal pertemuan Jokowi-Moffet.

Sudirman mengakui, pada hari Rabu (20/02/19) siang menjadi pembicara di forum bedah buku karya Simon Felix Sembiring yang berjudul “Satu Dasa Warsa Pengelolaan Minerba”. Dalam salah satu bab, ditulis cerita bahwa ada surat dari Menteri ESDM tanggal 7 Oktober 2015, yang dianggap bermasalah. Yakni, dianggap melampaui kewenangan seorang Menteri dan surat itu juga dinilai memperlemah posisi tawar Indonesia dalam perundingan dengan PT Freeport, kelak di kemudian hari.

“Saya sendiri tidak terlalu risau dengan tulisan dalam buku itu, karena apapun yang saya lakukan semasa menjadi Menteri ESDM selalu saya diskusikan dengan orang sekeliling, terutama untuk meyakinkan landasan moral dalam setiap kebijakan. Dan dalam urusan surat ini, saya merasa moral groundnya cukup kuat. Tapi para sahabat meminta saya menjelaskan duduk soal surat itu, kronologis terbitnya surat; semata mata menghindari fitnah. Maka dengan niat baik itulah saya ceritakan kronologis terbitnya surat itu. Proses yang normal saja, seperti saya jelaskan dalam wawancara Majalah Tambang di tahun 2015. Presiden memutuskan, Menteri dipanggil untuk menindaklanjuti keputusan itu,” tulis Sudirman Said.

Sudirman Said menjelaskan, bahwa yang memicu reaksi ‘berkibar-kibar’ adalah detail kronologis terutama pada saat dirinya menjelang masuk ke ruang kerja Presiden Jokowi. “Untuk tidak menimbulkan penafsiran yang salah saya jelaskan bahwa sebelum masuk ke ruangan, ada yang memberi tahu saya: “Pak Menteri, pertemuan ini tidak ada”. Saya juga jelaskan, bila surat itu dianggap melampaui kewenangan dan melemahkan posisi pemerintah, saya ingin membuat semua clear: “yang memerintahkan membuat surat itu Pak Presiden”, itu saja,” tulis Sudirman.

Tak hanya itu, Sudirman juga menegaskan bahwa ia tidak pernah menyebutkan pertemuan Jokowi-Moffet itu sebagai pertemuan rahasia. “Saya ndak ngerti, di mana bohongnya, di mana menjilatnya?. Apa karena saya tidak secerdas Panjenengan, sehingga gagal paham? Pisss Mas. Di forum kemarin, saya tidak pernah menyebutkan itu sebagai pertemuan rahasia. Karena, bagi saya itu pertemuan biasa saja,” tulis Sudirman.

Politisi Partai Demokrat Andi Arief menilai Sudirman Said berani bicara tentang “kejadian”. Sebagai konsekuensi, Sudirman Said hendak “dihabisi” sebagaimana nasib pengamat politik Rocky Gerung. “Seperti juga @rockygerung, kini @sudirmansaid hendak dihabisi karena bicara tentang kejadian,” tegas Andi Arief di akun Twitter @AndiArief__.

Andi Arief meminta pengakuan Sudirman Said itu dijelaskan saja dengan fakta dan data yang meyakinkan, tak perlu dengan menghabisi Sudirman Said. “Hentikan upaya menghabisi @sudirmansaid secara bergelombang. Jelaskan saja dengan fakta dan data yang meyakinkan,” tegas @AndiArief__.

Menurut Andi Arief, apa yang dibicarakan dalam forum pertemuan itu belum ada penjelasan dan dokumentasinya. “Pak Jokowi sendiri tidak membantah pertemuan dengan bos Freeport seperti yang dikemukakan oleh @sudirmansaid, namun. Apa yang dibicarakan dalam forum itu belum ada penjelasan dan dokumentasinya,” tulis @AndiArief__.

@AndiArief__ menambahkan: “Presiden itu lembaga. Harus ada dokumentasinya untuk pertanggungjawaban kepada publik. Bentuknya video, foto dan dokumen lain misalnya notulensi saat bertemu resmi dengan siapapun. Apa yang dikemukakan @sudirmansaid hanya bisa dibantah dengan itu.”

Share Button

Related Posts