November 24, 2017

Sejarah Internet di Indonesia dan Perannya Melengserkan Soeharto

Ilustrasi (ist)


intelijen – Perkembangan Internet di Indonesia awalnya bermula di ranah akademis dan kelompok hobi. Internet pertamakali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serika pada 1969 sebagai sebuah proyek rahasia. Sebagai sebuah jaringan, Internet hanyalah teknologi yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lain.

Bersama dengan Internet, teknologi lain yang menjadi landasan bagi apa yang kita kenal sekarang sebagai “Internet” adalah the World Wide Web (www), yaitu medium publikasi elektronik global yang dapat diakses melalui jaringan Internet.

Teknologi terakhir ini ditemukan baru pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. The World Wide Web merupakan medium yang memungkinkan kita menikmatai beragam konten di dalamnya seperti gambar, foto, video, surat kabar, radio, hingga televisi.

Di Indonesia, kisah mengenai sejarah Internet umumnya merujuk pada disertasi Merlyna Lim yang ia pertahankan di Universitas Twente, Belada, @rchipelago Online: The Internet and Political Activism in Indonesia.

Lim menyebut, Internet di Indonesia awalnya muncul di ranah akademis. Jaringan Internet awalnya merupakan proyek penelitian yang dilakukan para peneliti di Universitas Indonesia.

Koneksi pertama Internet di Indonesia tecatat dilakukan oleh Joseph Luhukay pada tahun 1983 yang mengembangkan jaringan UINet (University of Indonesia Network) di kampus Universitas Indonesia.

Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia yang terhubung dengan jaringan Internet global ketika UINet yang dikembangkan Luhukay secara resmi terhubung dengan jaringan Internet global yang saat itu masih bernama UUNet pada tahun 1984.

Lim juga mencatat, di luar dunia kampus, Onno Purbo dicatat sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam pengembangan jaringan Internet di Indonesia. Bersama teman-temannya penghobi aktivitas radio amatir, Onno mengembangkan jaringan komputer melalui frekuensi radio pada tahun 1993.
Motivasi Onno dan kawan-kawan pada waktu itu adalah mencari cara berkomunikasi secara murah di luar jaringan Telkom yang waktu itu memonopoli industri telekomunikasi di Indonesia.

Share Button

Related Posts