November 13, 2018

Sebut Politisi Sontoloyo, Ini Penjelasan Jokowi

Jokowi/Setkab.go.id


intelijen – Presiden Jokowi menyebutkan siapa yang dimaksud dengan politikus sontoloyo. Politikus sontoloyo adalah politisi yang masih menggunakan cara-cara dengan menyebarkan kebencian, mengadu domba, menggunakan isu SARA, Agar dapat menarik simpati perhatian masyarakat.

“Kalau masih memakai cara-cara lama seperti itu, masih politik kebencian, politik SARA, politik adu domba, politik pecah belah, itu yang namanya tadi politik sontoloyo,” kata Presiden seusai menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia Ke-33 di Indonesia Convenction Exhibition, Tangerang, pada Rabu (24/10).

Jokowi menjelaskan, Bukan zamannya lagi menggunakan kampanye-kampanye politik adu domba, politik pecah belah, dan politik kebencian. Menurut dia, kini adalah zamannya politik adu program, adu kontestasi, adu gagasan, adu ide, adu prestasi, dan adu rekam jejak.

Seperti dilansir Detik.com, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) punya tafsiran sendiri soal politik sontoloyo yang disampaikan Presiden Joko Widodo. PSI menyeret kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pak Jokowi adalah politisi yang santun. Selama ini dia tidak pernah marah apabila ada hinaan, cacian dan fitnah kepada dirinya secara personal. Apa pernah Pak Jokowi marah dihina secara fisiknya ‘planga-plongo’? Dihina bodoh dan dipersepsikan tidak pernah baca buku? Difitnah PKI dan anti-Islam? Tidak pernah,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Rabu (24/10/2018).

Toni, sapaan Antoni, menyebut Jokowi hanya marah bila nasib rakyat dipermainkan oleh pihak mana pun, termasuk para politisi. Jokowi diklaimnya akan ‘pasang badan’ bila kepentingan rakyat diganggu.

 
Sumber: Kompas/Detik/Foto:Setkab.go.id

Share Button

Related Posts