March 27, 2019

Sebelum Khashoggi, Saudi Berencana Habisi Musuh-musuh di Luar Negeri

Mohammed bin Salman al-Saud


Joel Zamel, seorang Israel yang memiliki hubungan mendalam dengan intelijen dan badan keamanan negara mayoritas Yahudi itu, juga mengambil bagian dalam pertemuan tersebut. Surat kabar AS itu melaporkan bahwa perusahaan yang dimiliki Zamel, Psy-Group, mendekati tim kampanye Trump pada tahun 2016 dengan rencana manipulasi media sosial.

Rencana mereka dimulai pada awal 2016, ketika mereka mulai membahas kampanye perang ekonomi melawan Iran yang mirip dengan yang dilakukan oleh Israel dan AS untuk memaksa Teheran mengakhiri program nuklirnya.

Nader dan Zamel, yang keduanya saksi dalam penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller terkait kasus dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016, telah ditanyai oleh jaksa tentang diskusi mereka dengan pejabat AS dan Saudi tentang “proposal Iran”.

Seorang juru bicara pemerintah Saudi menolak berkomentar kepada The New York Times terkait laporan rencana operasi di luar negeri.

Selama pertemuan tahun lalu, para pejabat Saudi bertanya kepada para pengusaha yang hadir apakah mereka juga “conducted kinetics” atau semacam operasi mematikan. Pertanyaan itu diajukan karena mereka tertarik untuk membunuh pejabat senior Iran.

Para pengusaha mengatakan mereka perlu berkonsultasi dengan pengacara mereka, yang menolak rencana tersebut. Para pengusaha itu mengatakan kepada para pejabat Saudi bahwa mereka tidak akan mengambil bagian dalam pembunuhan.

Share Button

Related Posts