October 20, 2018

SBY Bicara “Agen Politik” di Penegakan Hukum, Politisi Demokrat Lucuti Antasari dan Misbakhun

Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (ist)


intelijen – Putusan hakim praperadilan PN Jakarta Selatan Effendi Mukhtar yang meminta KPK untuk menetapkan sejumlah tersangka baru dalam kasus skandal Bank Century, telah direspon KPK. Selain mantan Wapres Budiono, KPK diminta menjerat petinggi Bank Indonesia (BI) lainnya.

Di sisi lain, sejumlah media kembali memunculkan narasumber terkait skandal Century, di antaranya mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan politisi Muhammad Misbakhun.

Kemunculan Antasari dan Misbakhun di media ini direspon seragam oleh kader dan elit Partai Demokrat. Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief, di akun Twitter @andiarief__ menulis: “Antasari dan Misbakhun kayak iklan sarung. Munculnya setahun sekali.”

Penulis Zara Zettira ZR di akun @zarazettirazr mengomentari kemunculan Antasari Azhar di Metrotv. “Bintang tamu musiman. Di Pilgub DKI dia muncul lalu hilang. Jelang Pilkada Pemilu ini muncul lagi soal Century di Metropret,” tulis @zarazettirazr.

Sedangkan politisi senior Mohammad Husni Thamrin di akun @monethamrin menulis: “Kasihan Pak Antasari, masa tuanya diisi dengan menjual celoteh kebohongan yang busuk.”

Soal Misbakhun, sebelumnya @andiarief__ menegaskan: “Kasus Century hanya akan terang benderang jika KPK cepat tersangkakan Misbakhun yang dalam audit BPK pelaku LC fiktif. Dari Misbakhun kasus ini akan bisa terurai.”

Mantan aktivis Agus Rahmat Widodo di akun @arwidodo menanggapi kicauan @andiarief__. “Misbakhun korban rejim SBY. Lantang suarakan kasus korupsi Century di DPR, ia dikriminalisasi dengan kasus LC fiktif yang pada akhirnya terbukti ia tidak bersalah. Andi Arief sebagai pihak pelapor mesti tahu permasalahan ini dan bukan malah mengungkit-ungkit hal-hal yang salah,” tulis @arwidodo.

Jika kader Demokrat menyoal kemunculan Antasari Azhar dan Misbakhun, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akun resmi @SBYudhoyono menuliskan point-point harapan terkait tepat satu tahun sebelum pemungutan suara Pemilu 2019. “Hari ini, 17 April 2018, tepat satu tahun sebelum pemungutan suara Pemilu 2019. Countdown Election 2019. *SBY*,” tulis @SBYudhoyono.

Dari beberapa point yang ditulis, @SBYudhoyono menulis: “Semoga penegak hukum (kepolisian, kejaksaan dan KPK) tidak “kesusupan” agen-agen politik. Semoga intelijen juga tidak jadi alat politik *SBY*”

Share Button

Related Posts