October 21, 2018

Sayaret Shaldag, Hasil Reorganisasi Usai Perang Yom Kippur (2)

Perang Yom Kippur 1973 (istimewa)


Perang Yom Kippur 1973 (istimewa)

INTELIJEN.co.id – Sayeret Shaldag dibentuk pada 1974 sebagai operasi pelatihan ketika terjadi perang Yom Kippur pada 1973. Pada saat itu, Sayeret Matkal praktis tidak dapat digunakan karena kekurangan persiapan dan tidak koordinasi.

Hampir semua pasukan khusus IDF memiliki kemampuan pengintaian jarak jauh yang ekstrim, dengan kemampuan kontra teror yang dimiliki oleh berbagai cabang khusus di IDF.

Dengan kondisi seperti itu, kebanyakan pasukan khusus di IDF mampu merencanakan dan memilih perannya di peperangan yang akan datang. Seperti apa yang dilakukan oleh Sayeret Matkal di perang Yom Kippur. Ketika semua jenderal sibuk, Sayeret Matkal memilih sendiri operasi yang akan dilakukannya.

Semenjak kebanyakan misi baru disetujui di saat-saat terakhir, Sayeret Matkal tidak menggunakan semua potensinya untuk menjalankan sebuah operasi. Pada akhirnya, kemampuan mereka hanya setara dengan unit infanteri ketimbang pasukan elit yang memiliki kemampuan mengumpulkan informasi intelijen.

Ketika perang Yom Kippur selesai, pemimpin Sayeret Matkal saat itu, Muki Betser melakukan perubahan besar-besaran di dalam unit. Tujuan utamanya adalah, di masa depan Sayeret Matkal hanya akan menjalankan operasi dan misi khusus, untuk menjaga keeksklusifannya.

Sayeret Matkal akan berlatih misi-misi khusus di masa damai, jadi ketika perang kembali pecah, unit ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pasukan Israel, memberi kontribusi berharga bagi kepentingan Israel.

Salah satu hasil reorganisasi ini adalah pembentukan sebuah unit kecil cadangan yang kemudian diberi nama Sayeret Shaldag. Sementara itu, pejabat eksekutif menunjuk seseorang yang bertanggung jawab untuk menjalankan operasional.

Unit yang baru dibentuk itu memiliki keahlian khusus dalam melakukan operasi air-to ground dan fokus kepada operasi darat penunjuk laser untuk rudal dan bom berpenuntun laser.

Alasan utama spesialisasi ini, tidak seperti perang Enam Hari pada 1967 dimana IAF memenangi air superiority  di hari pertama dan hari-hari selanjutnya, pada saat perang Yom Kippur, IAF menderita banyak kekalahan dengan banyaknya pesawat yang hancur tertembak rudal darat-udara (SAM) milik Arab yang diberikan oleh Uni Soviet.

Pada saat itu, Sayeret Shaldag hanya akan digunakan ketika terjadi perang. Oleh karena itu, unit ini hanya menjadi cadangan, dimana personelnya berasal dari personel dan bermarkas sama dengan Sayeret Matkal.

Pada 1977, IAF membeli sejumlah besar senjata penuntun laser dan awal keterlibatan Israel di Lebanon Selatan, serangan udara menjadi tugas mingguan dan status Sayeret Shaldag dipromosikan sebagai unit reguler, dengan Muki Betser sebagai pemimpin pertamanya.

Ketika invasi besar-besaran menuju Lebanon oleh Israel terjadi pada 1981, unit khusus ini dipindah tugaskan di bawah komando IAF, dibuat lebih besar dan direlokasi ke markas IAF. Selain itu, Sayeret Shaldag menunjuk komandan baru bernama Giora Inbar, komandan Brigade Golani terdahulu.

Di pertengahan dekade 1990-an, unit khusus ini mengalami reorganisasi besar-besaran menjadi unit khusus IDF yang paling elit, berhadapan langsung dengan Sayeret Matkal. Bahkan, semenjak Sayeret Matkal menjadi unit yang fokus pada intelijen, Sayeret Shaldag menjadi unit khusus utama IDF dalam hal melakukan serangan udara.  

Sebagai salah satu bagian reorganisasi, unit khusus IAF ini mendapatkan tugas baru, yakni kemampuan penyelamatan sandera.

Salah satu alasan utama mengapa Sayeret Shaldag menjadi unit khusus paling elit bersama-sama dengan Sayeret Matkal, adalah karena unit ini memiliki dana besar dari Pemerintah Israel. Sedangkan unit khusus lainnya harus berjuang keras untuk mendapatkan dana untuk membeli peralatan.

Bahkan ketika dana pertahanan dikurangi, Sayeret Shaldag tetap menerima dana besar untuk membeli peralatan militer canggih apapun dan memodifikasinya sesuai kebutuhan mereka.

Permasalahan dana ini adalah keuntungan lain menjadi bagian dari IAF, karena IAF adalah unjung tombak IDF, maka matra ini selalu mendapatkan persentase lebih besar ketimbang matra lainnya.

Jika dibandingkan, dana yang dikeluarkan untuk pembelian dan perawatan pesawat, dana yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah unit khusus seperti Sayeret Shaldag terbilang kecil, oleh karena itu Sayeret Shaldag tidak pernah mengalami kesulitan keuangan. (repro INTELIJEN)

Share Button