March 22, 2019

Sandiaga Uno Jelaskan Keterkaitan dengan Panama Papers

Sandiaga S Uno


intelijen – Pebisnis yang kini menekuni dunia politik, Sandiaga Uno memberikan penjelasan terkait hubungannya dengan Mossack Fonseca, sebuah firma hukum asal Panama yang saat ini menjadi perbincangan karena menggelapkan pajak banyak pengusaha hingga politikus dunia.

Bocornya data Mossack Fonseca yang dikenal dengan istilah “Panama Papers” tersebut disusun oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang sebelumnya diterima media Jerman, Suddeutsche Zeitung dari orang tak dikenal.

Adapun nama Sandiaga Uno tercantum dalam daftar klien Mossack Fonseca yang berasal dari Indonesia. Namanya menjadi salah satu yang cukup dikenal, selain nama Mochtar Riady dan Mohammad Riza Chalid.

Namun, hal itu tidak menjadi indikasi bahwa nama yang tercantum merupakan pelaku penggelapan pajak. Daftar itu hanya membeberkan nama-nama perseorangan dan perusahaan klien Mossack Fonseca.

Sandiaga mengatakan kerjasama dengan perusahaan offshore service seperti Mossack Fonseca merupakan hal yang lumrah guna mendukung pertumbuhan bisnis. Namun, lanjutnya, hal itu harus sesuai dengan hukum.

“Dalam proses investasi dan penciptaan lapangan kerja, sangat lazim menggunakan offshore service dan tentunya harus tetap dalam koridor hukum yang berlaku,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (5/4).

Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai keberlangsungan kerjasama dengan Mossack Fonseca, Sandiaga menyatakan sudah tidak berkepentingan lagi. Pasalnya, ia mengaku sudah mundur dari berbagai jabatan bisnisnya, dan berfokus ke dunia politik.

“Saya sudah mundur dari bisnis pada Juni 2015. Untuk selanjutnya bisa ditanyakan kepada pihak Saratoga,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno memutuskan untuk melepas 16 jabatannya di berbagai perusahaan demi menapaki dunia politik melalui Partai Gerindra. Salah satu jabatan yang dilepasnya adalah kursi Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang merupakan perusahaan investasi.

Lebih lanjut, dokumen Mossack Fonseca juga mencatat 214 ribu entitas perusahaan di luar negeri. Mossack Fonseca sendiri memiliki cabang di lebih dari 35 negara. Dokumen itu menyebutkan nama 140 tokoh politik, termasuk 12 pemimpin atau bekas pemimpin negara.

Di antara nama yang muncul adalah saudara ipar Presiden China Xi Jinping, Deng Jiagui, putri mantan perdana menteri China Li peng, Li Xiaolin, cucu dari petinggi Partai Komunis China, Jia Qinglin, putra dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Mohd Nazifuddin bin Mohd Najib, anak-anak dari Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Presiden Ukraina, Raja Arab Saudi dan Perdana Menteri Islandia.

Kendati bukan merupakan pelanggaran hukum menggunakan perusahaan luar negeri untuk mengatur atau berinvestasi, namun bocoran dokumen ini menyiratkan modus pengemplangan pajak dan pencucian uang. (CNN Indonesia)

Share Button

Related Posts