December 15, 2018

Rusuh Mako Brimob, Ketum Pemuda Muhammadiyah: Tak Aman, Pindahkan Ahok Dekat Istana Bogor!

Basuki Tjahaja Purnama dan Yasonna Laoly (WeKa)


intelijen – Untuk sementara, korban tewas insiden di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mencapai enam orang. Satu korban napi teroris, dan lima lainnya anggota Densus 88. Keenam jenazah telah dibawah dari Mako Brimob Kelapa Dua ke RS Polri Kramat Jati.

Menurut informasi yang dirilis kumparan.com (09/05), korban dari napi teroris adalah Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim. Abu Ibrohim ditangkap di Pekanbaru pada 24 Oktober 2017. Ia ditangkap karena menjadi peserta latihan kelompok teroris JAD di Bukit Gema, Riau, latihan menembak di Jambi, serta turut merencanakan teror dengan menyerang kantor polisi di Pekanbaru.

Terkait kerusuhan di Rutan Mako Brimob, kondisi terpidana penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pertanyaan publik, mengingat Ahok masih ditahan di Mako Brimob.

Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melemparkan sindiran terkait “keamanan” Ahok pasca insiden Mako Brimob.

“Dikarenakan penjara Mako Brimob tidak aman, saran saya Ahok dipindahkan penjaranya ke Cipinang, atau kalau masih tidak aman lebih baik disewakan apartemen yang mewah dengan penjagaan super ketat, kalau gak aman juga ya dekat Istana bogor saja,” sindir Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

Senada dengan Dahnil, Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman juga berharap Ahok dipindahkan ke LP Cipinang.

“Waduh Mako Brimob rusuh, saya cemas dengan kondisi Pak Ahok. Tolong pindahkan beliau ke Cipinang yang lebih aman. Save Pak Ahok,” sindir Habiburokhman di akun @habiburokhman.

Sebelumnya, “Tim BTP”, komunitas pendukung Ahok di akun Instagram Basuki Tjahaja Purnama @basukibtp, mengaku banjir pertanyaan soal nasib Ahok. “Pak Ahok baik-baik saja. Mari kita berdoa, semoga situasi cepat kondusif kembali,” tulis tim BTP.

Share Button

Related Posts