December 12, 2018

Rusia Tuding AS Memancing di Air Keruh Timur Tengah

Rusia


intelijen – Diplomat Rusia untuk PBB meluapkan kemarahannya terhadap Amerika Serikat (AS) yang mengumbar retorika permusuhannya dengan Moskow termasuk soal dugaan serangan kimia di Suriah. Luapan kekesalan itu muncul saat Moskow dan Washington terlibat perang kata-kata di forum Dewan Keamanan PBB hari Senin.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuduh AS dan sekutunya memancing di air keruh di Timur Tengah. Dia memperingatkan konsekuensi berbahaya dari tindakan tersebut.

Nebenzia menganggap AS dan sekutunya telah gagal untuk memahami peringatan dari Presiden Vladimir Putin di Majelis Umum PBB tahun 2015.

“Apakah Anda sekarang mengerti apa yang telah Anda lakukan?,” kata Nebenzia mengulangi pertanyaan Putin tentang permainan geopolitik Barat yang gegabah di Timur Tengah. “Tidak, Anda tidak,” katanya lagi.

“Ke mana pun Anda pergi, semua yang Anda sentuh, Anda hanya meninggalkan kekacauan. Anda mencoba memancing di air keruh itu, tetapi satu-satunya yang Anda tangkap adalah (ikan) mutan,” ujar Nebenzia.

Diplomat Moskow ini juga tersinggung dengan komentar mitranya dari AS, Nikki Haley, beberapa hari lalu yang sesumbar bahwa Washington tidak akan pernah menjadi teman Moskow.

“Kami tidak tertarik untuk berteman dengan Anda,” balas Nebenzia.”Kami tidak memohon Anda untuk persahabatan. Kami menginginkan hubungan yang normal dan beradab, yang dengan sombongnya Anda tolak, Anda mengabaikan kesopanan yang mendasar,” kesal diplomat Rusia tersebut.

“Anda salah kaprah untuk berpikir Anda memiliki teman,” imbuh Nebenzia.”Teman-teman Anda yang disebut adalah mereka yang tidak bisa menolak Anda. Ini adalah satu-satunya kriteria Anda untuk persahabatan.”

Utusan Rusia itu menutup pidatonya dengan memperingatkan konsekuensi jika AS nekat melakukan serangan militer yang tidak sah terhadap Suriah. Terlebih, pasukan Moskow sudah dikerahkan secara resmi di negeri Bashar al-Assad itu.

“Apa yang terjadi dalam kemalangan militer di Barat telah diketahui dengan baik, seperti yang ditunjukkan oleh contoh-contoh di Yugoslavia, Irak, dan Libya. Tidak ada yang memberi Anda kekuatan untuk bertindak seperti polisi dunia, atau bertindak seperti jaksa, hakim, dan algojo,” sindir Nebenzia.

Share Button

Related Posts