May 25, 2018

Rusia Sambut Baik Deklarasi Stop Tes Nuklir Kim Jong-un

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. REUTERS/KCNA


intelijen – Pemerintah Rusia menyambut baik deklarasi penghentian tes senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua Korea Utara yang diumumkan pemimpin negara itu, Kim Jong-un. Moskow menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan untuk meredam aktivitas militer di Semananjung Korea sebagai timbal balik atas keputusan Pyongyang.

“Kami menyambut deklarasi Ketua Partai Buruh Kim Jong-un atas penghentian uji coba nuklir dan rudal Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) mulai dari 21 April,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

“Kami menganggap keputusan yang disampaikan sebagai langkah penting menuju pelonggaran ketegangan di semenanjung Korea,” lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip AFP, Minggu (22/4/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kim Jong-un telah membuat pengumuman mengejutkan, di mana mulai 21 April 2018 uji coba senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua Pyongyang dihentikan.

Alasan berhentinya tes senjata Korea Utara ini demi mengamankan stabilitas strategis dan perdamaian.

“Mulai 21 April 2018, uji coba nuklir dan uji coba rudal balistik antarbenua akan dihentikan,” tulis kantor berita negara Korut, KCNA, mengutip pernyataan Kim Jong-un, pada rapat paripurna Komite Pusat Partai Buruh Korea (WPK).

“Pusat uji coba nuklir Korea Utara akan disingkirkan untuk memastikan transparansi penangguhan uji coba nuklir,” imbuh KCNA.

Partai Buruh Korea Utara juga mendukung keputusan pemimpin muda tersebut.”Korea Utara tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir, kecuali jika ada ancaman nuklir atau provokasi nuklir ke negara kami, dan tidak akan ada proliferasi senjata nuklir dan teknologi nuklir,” bunyi pernyataan partai tersebut.

Rusia meminta Washington, Pyongyang dan Seoul untuk mengambil langkah dalam menurunkan aktivitas militer di wilayah semenanjung Korea.

“Kami menyerukan kepada AS dan Republik Korea (Korea Selatan) untuk mengambil langkah timbal balik yang memadai untuk menurunkan kegiatan militer di kawasan itu dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama dengan DPRK dalam pertemuan antar-Korea dan Amerika-Korea Utara mendatang,” imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Uni Eropa juga mengapresiasi deklarasi penghentian senjata nuklir Korut yang diumumkan Kim Jong-un.

“Pengumuman oleh pemimpin Pyongyang, Kim Jong-un menunjukkan penghormatan penuh atas kewajiban internasional dan semua resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman pemimpin Pyongyang itu muncul setelah melakukan pertemuan rahasia dengan Direktur CIA AS, Michael Pompeo, di Pyongyang beberapa waktu lalu. Kim Jong-un juga akan melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akhir bulan ini dan berlanjut dengan bertemu Presiden Donald Trump.

“Kami berharap prakarsa tingkat tinggi ini dapat terus membangun kepercayaan diri dan membawa hasil tambahan, konkret dan positif,” kata Mogherini.

“Uni Eropa akan melanjutkan pekerjaannya untuk mendukung solusi yang dinegosiasikan dalam semua cara yang mungkin,” imbuh dia.

Sementara itu, Presiden Trump ikut berkomentar atas keputusan Pyongyang.”Kemajuan sedang dibuat untuk semua,” tulis Trump di Twitter.

Share Button

Related Posts