April 22, 2018

AS: Rusia Bertanggung Jawab Atas Serangan Senjata Kimia Rezim Suriah

Suriah


intelijen – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan Rusia sebagai pendukung utama rezim Suriah, turut bertanggung jawab atas serangan senjata kimia terbaru yang dilakukan oleh Damaskus.

“Rusia, dengan dukungannya yang tak tergoyahkan bagi rezim itu akhirnya memikul tanggung jawab atas serangan brutal ini,” ucap juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/4).

Nauert dalam pernyataan itu juga menuturkan bahwa AS akan menuntut reaksi dari dunia internasional jika laporan mengenai penggunaan senjata kimia di Ghota timur telah dikonfirmasi. “Laporan-laporan ini, jika dikonfirmasi, amat mengerikan dan menuntut tanggapan segera oleh masyarakat internasional,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaish al-Islam menuding pasukan pemerintah telah meluncurkan serangan senjata kimia mematikan terhadap warga sipil. Serangan itu terjadi di Douma, Ghouta timur yang dikuasai pejuang.

Tudingan ini diperkuat dengan pernyataan organisasi bantuan medis yang menyebut 35 orang tewas dalam serangan senjata kimia itu.

Organisasi bantuan medis Suriah American Medical Society (SAMS) mengatakan bom klorin menghantam rumah sakit Douma, menewaskan enam orang. Serangan kedua dengan “zat campuran” termasuk zat saraf telah menghantam bangunan di dekatnya.

Basel Termanini, perwakilan SAMS dari AS, mengatakan jumlah korban tewas total dalam serangan senjata kimia itu adalah 35.

Namun, rezim Damaskus melalui kantor berita SANA membantah tudingan tersebut. SANA mengatakan para pemberontak di kota Douma sebelah timur Ghouta berada dalam kondisi goyah dan menyebarkan berita palsu.

Share Button

Related Posts