October 24, 2018

Rusia: 28 Jet Israel Hujani Suriah dengan 60 Rudal

Suriah Dihujani Rudal-rudal Israel


intelijen – Sekitar 28 pesawat jet tempur Israel menembakkan sekitar 60 rudal air-to-surface dalam serangan besar-besaran di Suriah pada Kamis dini hari. Demikian data yang dipaparkan Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian tersebut mengatakan, sistem pertahanan udara Suriah berhasil mencegat atau menghalau lebih dari separuh rudal yang ditembakkan jet-jet tempur tersebut.

Selain sekitar 60 rudal air-to-surface, militer Israel juga menyerang Suriah dengan sekitar 10 rudal surface-to-surface. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, target gempuran Israel adalah basis militer Iran dan sistem pertahanan udara Suriah di dekat Damaskus dan di selatan negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

“28 pesawat F-15 dan F-16 Israel terlibat dalam serangan itu,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Russia Today. “Sistem pertahanan udara Suriah menembak jatuh lebih dari separuh roket ketika mereka menangkis serangan Israel.”

Pasukan Israel membombardir wilayah Suriah selama dua jam antara pukul 01.45 hingga pukul 03.45 waktu setempat pada hari Kamis. Serangan itu dilakukan dengan dalih tuduhan bahwa pasukan Iran sebelumnya telah menyerang wilayah Israel di Dataran Tinggi Golan dengan sekitar 20 roket.

Dampak kerusakan infrastruktur militer Iran dan Suriah oleh serangan udara militer Tel Aviv sedang dievaluasi.

Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa semua pesawatnya telah kembali dengan selamat setelah meluncurkan salah satu serangannya yang paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Tel Aviv mengklaim bahwa gempuran itu dilakukan sebagai pembalasan terhadap 20 roket yang diluncurkan Pasukan Quds Iran terhadap wilayah Israel di Dataran Tinggi Golan.

“Empat dari mereka (roket-roket Iran) dicegat oleh Iron Dome dan sisanya mendarat di wilayah Suriah,” kata IDF, yang dilansir Ynet. Serangan Iran, menurut IDF, tidak mengakibatkan kerusakan atau pun korban jiwa.

Namun, anggota parlemen Iran, Abolfazl Hassan Beigi, menuduh Israel berbohong. Menurutnya, Iran tidak memiliki “kehadiran militer” atau pangkalan di Suriah.

Share Button

Related Posts