December 18, 2017

Rupiah Menguat Tipis

Rupiah (ist)


intelijen – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka menguat tipis, atau tidak terlalu tinggi dibanding penutupan kemarin. Kondisi ini di tengah menguat kondisi USD yang mengalami defensif.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada level Rp13.538/USD atau menguat tipis dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.539/USD.

Menurut data dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.540/USD atau lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.531/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp13.532/USD. Namun, pada pukul 10.000 WIB bergerak melemah ke level Rp13.543/USD dengan kisaran level Rp13.528-Rp13.545/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.546/USD atau melemah dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.535/USD dan pada pukul 10.06 WIB bergerak ke level Rp13.544/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.531-Rp13.546/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD defensif karena adanya keraguan pada prospek reformasi pajak AS mengimbangi kenaikan inflasi AS. Sementara dolar Australia melayang mendekati posisi terendahnya dalam empat bulan menjelang data pekerjaan utama.

Indeks ISD turun ke level 93.402, terlemah dalam hampir empat pekan, dan terakhir berada pada posisi 93.851 untuk melemah 0,6% sejauh pekan ini.

Euro terhadap USD diperdagangkan pada level 1,1774 setelah naik ke level 1,1862, level terbaiknya dalam satu bulan. USD merosot ke 112,47 terhadap yen kemarin dan ke posisi 112,87 pada awal perdagangan Asia hari ini.

Dolar Australia mencapai titik terendah dalam empat bulan di level 0,7574 pada hari sebelumnya karena pembacaan upah yang sangat lemah. Itu terakhir di level 0,7587. Terhadap yen, Aussie mencapai level terendah dalam tiga bulan sebesar 85,56, setelah mencatat kerugian harian terbesar sejak pertengahan Agustus.

Share Button

Related Posts