November 18, 2017

Rupiah Menguat Meski Tekanan USD Belum Mereda

Rupiah


intelijen – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini mampu menahan gempuran USD dengan dibuka berhasil menguat. USD sendiri mengalami penguata terhadap beberapa mata uang lainnya.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.514/USD atau membaik dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.524/USD.

Menurut data dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.510/USD atau lebih baik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.520/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.513/USD atau sedikit naik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.514/USD dan pada pukul 10.02 WIB bergerak ke level Rp13.516/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.509-Rp13.521/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.513/USD atau naik dari penutupan kemarin di level Rp13.515/USD dengan kisaran level Rp13.504-Rp13.517/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD menguat terhadap beberapa mata uang lainnya. Namun, prospek jangka pendeknya terlihat terkesima oleh kekhawatiran akan kemungkinan penundaan rencana reformasi pajak Presiden AS Donald Trump.

USD terakhir berada di level 94.926 versus enam mata uang utama, naik 0,1% pada hari itu namun bertahan di bawah level tertinggi dalam tiga bulan di posisi 95.150 yang ditetapkan pada akhir Oktober.

Dolar Selandia Baru menyentuh level tertinggi dua pekan setelah komentar dari bank sentral negara tersebut mengenai prospek inflasi sebagai hawkish, meskipun suku bunga tetap tidak berubah seperti yang diharapkan.

Sebelumnya, dolar Selandia Baru terhadap USD naik setinggi 0,6974, level tertingginya sejak 24 Oktober. Ini kemudian turun dari puncak dan terakhir diperdagangkan pada posisi 0,6950.

USD terhadap yen naik 0,1% ke level 113,98, namun tetap di bawah level tertinggi dalam delapan bulan di level 114,735 yen.

Euro terhadap USD bertahan stabil di posisi 1,1588, bertahan di atas level rendahnya di posisi 1,1553 pada Selasa, yang merupakan level terendah euro sejak 20 Juli.

USD telah didukung terhadap yen dan euro baru-baru ini, sebagian karena ekspektasi Federal Reserve menaikkan suku bunga pada Desember untuk ketiga kalinya tahun ini dan untuk pengetatan kebijakan Fed selanjutnya tahun depan.

Share Button

Related Posts