December 10, 2018

Rupiah Melemah Tipis Usai Apresiasi Besar

Rupiah dan Dollar AS


intelijen – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa ini. Analis melihat pelemahan ini wajar karena rupiah telah mengalami kenaikan yang cukup besar.

Mengutip Bloomberg, Selasa (27/11/2018), rupiah dibuka di angka 14.495 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.475 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.485 per dolar AS hingga 14.504 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,93 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatok di angka 14.504 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.551 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah pada Selasa pagi dinilai wajar setelah kemarin mengalami apresiasi.

“Laju rupiah tertahan pada pagi ini, namun hal itu dinilai wajar setelah pada hari sebelumnya terapresiasi hingga ke angka 14.400-an per dolar AS,” kata Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova, seperti dikutip dari Antara.

Dalam pergerakan hariannya, lanjut dia, nilai tukar rupiah di pasar valas akan terus bervariasi sesuai dengan sentimen yang beredar.

“Saat ini faktor ambil untung cukup mendominasi, diharapkan bersifat jangka pendek,” katanya.

Menurut dia, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kondusif di tengah ketidakpastian global maka peluang bagi rupiah untuk kembali ke area positif masih terbuka.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan mata uang kuat Asia seperti yen Jepang dan dolar Hong Kong bergerak menguat terhadap dolar AS, itu bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah.

“Diperkirakan rupiah dapat bergerak menuju kisaran 14.450 per dolar AS hingga 14.470 per dolar AS dengan tetap dalam penjagaan Bank Indonesia,” katanya.

Share Button

Related Posts