March 24, 2019

Rumah Andi Arief Digeruduk Polisi, Ketua Demokrat: Dia Bukan Teroris atau Bandar Narkoba



intelijen – Tidak ada kata lambat bagi kepolisian untuk menangani kasus-kasus yang diduga melibatkan elit kubu oposisi. Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku rumahnya di Lampung digeruduk dua mobil aparat Polda Lampung (04/01).

Pengerudukan itu hanya selang sehari setelah Andi Arief dilaporkan ikut menyebarkan hoax tujuh kontainer dari China yang berisi surat suara tercoblos untuk pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

“Rumah saya di Lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” demikian tulis Andi Arief di akun Twitter @AndiArief__.

Andi juga meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan cara-cara yang menurut Andi tidak etis dalam memangil seseorang. “Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden,” tulis @AndiArief__.

Partai Demokrat langsung bereaksi keras terkait penggerudukan rumah Andi Arief. Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon meminta Andi Arief tidak perlu dijemput paksa.

“Yth: Bpk Kapolri. Kami @PDemokrat menjamin @AndiArief__ ini tidak akan lari kemana-kemana. Jadi tidak usah dijemput paksa. Dia bukan teroris atau bandar narkoba. Kirimkan saja panggilan resmi sesuai KUHAP dia akan datang. Jika perlu kami @PDemokrat akan mengantarnya. Jln. Proklamasi 41,” tegas Jansen di akun Twitter @jansen_jsp.

Tak hanya itu, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan bahkan menjamin Andi Arief tidak melarikan diri. “Sdr Andi Arief tidak tertutup dan sangat terbuka bagi siapapun pihak yang ingin meminta keterangan, ia tidak melarikan diri ataupun berupaya kabur. Jangan takut, memerangi hoaks adalah upaya bersama, @AndiArief__ hanya berupaya membunyikan sirine, itu sebuah alert,” tegas Hinca di akun @hincapandjaitan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Andi di sosial media soal isu tujuh kontainer surat suara bersifat provokasi dan membahayakan. Hasto juga menilai kicauan Andi di Twitter memenuhi delik hukum.

Share Button

Related Posts