October 17, 2018

Riset BIN Sebut 39% Mahasiswa Radikal, Pemikir Islam: Dipertanyakan Jika Hanya Menyebut Satu Agama

Budi Gunawan (liputan6)


intelijen – Penelitian Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyimpulkan 39 persen mahasiswa berfaham radikal patut dikaji secara terbuka, karena akan memunculkan polemik. Apalagi jika hasil penelitian itu hanya menyebut satu agama saja yang menjadi latar belakang responden.

Pendapat itu disampaikan pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki kepada intelijen (30/04). “Istilah radikal yang dimaksud BIN itu apa? Jangan sampai paham radikal hanya menyasar Islam saja,” tegas Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki berharap BIN juga membuat penelitian terkait gerakan mahasiswa pendukung Papua Merdeka. “Faktanya ada kelompok mahasiswa asal Papua yang belajar di Jakarta, Yogyakarta maupun lainnya mengkampanyekan Papua Merdeka, apa ini tidak disebut radikal?” tanya Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, BIN sangat bias dalam penelitian yang menyebut beberapa perguruan tinggi tempat persemaian ideologi radikal. “Bahkan disebut juga kalangan pelajar. BIN harus menyebut sekolah yang diteliti itu,” papar Ibnu Masduki.

Selain itu, Ibnu Masduki mengkhawatirkan, dimunculkannya hasil penelitian bahwa kalangan pelajar berpaham radikal akan memunculkan antipati terhadap salah satu agama. “Jika dalam penelitian itu hanya disebut satu agama, yakni Islam, bukan agama lain. Ini sangat berbahaya,” pungkas Ibnu Masduki.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BIN Budi Gunawan mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan BIN terhadap tiga perguruan tinggi karena menjadi basis penyebaran paham radikal. Namun Budi tidak mengungkapkan identitas ketiga perguruan tinggi tersebut.

Berdasarkan penelitian tersebut, lanjut Budi, juga diketahui peningkatan paham konservatif keagamaan. Pasalnya, dari penelitian diperoleh data 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad demi tegaknya negara Islam.

“Kondisi ini mengkhawatirkan karena mengancam keberlangsungan NKRI,” kata Budi saat menjadi pembicara kunci dalam Kongres IV BEM PTNU se-Nusantara di Semarang seperti dikutip antara (28/04).

Red

Share Button

Related Posts