August 18, 2017

RI ‘Ceraikan’ JP Morgan, Rizal Ramli: Ngambekan! Reaksi Panik Menkeu Sri Mulyani Berlebihan

Sri Mulyani Indrawati (theaustralian)


intelijen – Kementerian Keuangan melalui surat nomor S-10023/PB/2016 telah memutuskan hubungan kerja sama dengan JP Morgan Chase Bank. Surat keputusan ini diterbitkan berlandaskan Surat Menteri Keuangan Nomor S-1006/MK.08/2016 yang diterbitkan pada 17 November 2016. JP Morgan dikabarkan merilis riset yang merugikan pemerintah.

Ekonom yang juga mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyoal keputusan Menkeu Sri Mulyani Indrawati tersebut. “Reaksi panik Menkeu berlebihan, ngambekan. Tidak bagus untuk Indonesia. Kreatif dikit dong, cari terobosan,” tulis Rizal Ramli di akun Twitter ‏@RamliRizal.

Rizal Ramli menilai, pemutusan hubungan RI dengan JP Morgan, terkait dengan kesimpulan JP Morgan yang mendowngrade peringkat RI hingga dua level dari overweight ke underweight.

“JP Morgan downgrade Indonesia 2 level dari Overweight ke Underweight. Brazil di downgrade dari Overweight ke netral. Malaysia upgrade ke OW. Indonesia, satu downgrade utk Trump Effect, satu downgrade lagi karena faktor domestik .. Reaksi panik Menkeu, putuskan hubungan JP Morgan,” tegas ‏@RamliRizal.

Dalam surat nomor S-10023/PB/2016 yang ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono tanggal 9 Desember 2016, disebutkan poin-poin penting yang disampaikan dalam surat pemutusan kerja sama tersebut:

1. Surat tersebut menyatakan bahwa Kementerian Keuangan memutuskan segala hubungan kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank N.A. terkait hasil riset JP Morgan Chase Bank, N.A. yang berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional.
2. Berdasarkan hal tersebut di atas, dan sesuai hasil rapat yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2016 sesuai undangan Direktur PKN No. S-330/PB.3/2016 tanggal 29 November 2016, dihasilkan kesepakatan untuk mengakhiri kontrak kerja sama antara Ditjen Perbendaharaan dengan JP Morgan Chase Ban, N.A. dalam hal kemitraan sebagai Bank Persepsi.
3. Pemutusan kontrak kerja sama dimaksud berlaku efektif per 1 Januari 2017
4. Dengan pemutusan kontrak kerja sama sebagai Bank Persepsi sebagaimana angka 3 tersebut di atas, diminta agar saudara memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Tidak menerima setoran penerimaan negara dari siapapun di seluruh cabang JP Morgan Chase Bank N.A, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2017.
b. Menyelesaikan segala perhitungan atas hak dan kewajiban terkait pengakhiran penyelenggaraan layanan JP Morgan Chase Bank N.A sebagai Bank Persepsi.
c. Segera melakukan sosialisasi kepada semua unit/staff dan nasabah terkait dengan berakhirnya status bank persepsi dimaksud Surat ini dibuat dengan beberapa tebusan. Di antaranya adalah Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, hingga beberapa pejabat eselon 1 Kementerian Keuangan.

 

Share Button

Related Posts