October 17, 2018

Rezim Kim Jong-un Hancurkan Tempat Tes Rudal Korut

Rudal ICBM Korut


intelijen – Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara (Korut) telah menghancurkan tempat uji coba rudal mereka. Demikian laporan kelompok pemantau Amerika Serikat, 38 North, dengan sumber citra satelit.

Penghancuran lokasi tes senjata Pyongyang itu sejalan dengan janji Kim Jong-un tentang penangguhan uji coba senjata nuklir dan rudal balistik.

Stan yang dihancurkan adalah satu-satunya fasilitas yang diketahui menjadi lokasi uji peledakan rudal balistik yang diluncurkan di darat. Menurut kelompok pemantau AS, lokasi itu merupakan situs penting untuk mengembangkan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat.

Misil-misil berbahan bakar padat dapat ditembakkan dengan pemberitahuan lebih singkat atau bahkan bisa diam-diam, ketimbang yang digerakkan oleh bahan bakar cair.

Kelompok yang memantau perkembangan di dalam negara tertutup itu mengatakan bahwa stan tersebut bisa digunakan untuk menguji rudal balistik yang lebih besar, seperti rudal balistik antarbenua Korea Utara yang diresmikan pada April 2017.

Stan, yang disebut sebagai Iha-ri Driver Training and Test Facility, dekat dengan kota Kusong di barat laut Korut.

Pekerjaan untuk meruntuhkan tribun uji coba rudal dimulai pada minggu kedua bulan Mei. Menurut citra satelit penghancuran situs itu hampir selesai.

“Tidak jelas apakah penghancuran stan itu merupakan indikasi bahwa Korea Utara menangguhkan bagian program rudalnya atau Pyongyang berencana untuk mendirikan fasilitas serupa lainnya di masa depan,” bunyi laporan kelompok 38 North yang dikutip kantor berita Yonhap, Kamis (7/6/2018).

“Pencarian area Kusong menggunakan gambar 19 Mei mengungkapkan tidak ada konstruksi baru yang dapat langsung dikaitkan ke tempat uji coba yang baru,” lanjut laporan tersebut.

Pada bulan Mei, Korea Utara telah menghancurkan satu-satunya tempat uji coba senjata nuklirnya, di Pyunggye-ri.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump akan bertemu di Singapura Selasa, 12 Juni 2018, untuk membahas pembongkaran penuh senjata pemusnah massal Korea Utara.

Pyongyang, sebagai imbalannya, menuntut jaminan keamanan untuk rezimnya dan pencabutan sanksi.

Share Button

Related Posts