December 12, 2018

Rekaman Percakapan Diduga Menteri Rini-Bos PLN Soal Fee Proyek Viral, Ini Kata Kemen BUMN

Rini Soemarno dan Sofyan Basir


intelijen – Kementerian BUMN memberikan klarifikasi soal beredarnya rekaman percakapan yang diduga Menteri Rini Soemarno dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir. Dalam rekaman pembicaraan tersebut diduga membahas pembagian fee dari proyek Pertamina dan PLN.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro membantah ada pembahasan bagi-bagi fee proyek antara Menteri Rini dan Sofyan Basir.

Meski begitu, ia membenarkan ada pembicaraan soal rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina.

Dalam diskusi tersebut, kata Imam, baik Menteri Rini maupun Sofyan Basir memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan investasi tersebut memberikan manfaat maksimal bagi PLN dan negara, bukan sebaliknya untuk membebani PLN.

Percakapan utuh yang sebenarnya terjadi ialah membahas upaya Sofyan Basir memastikan bahwa sebagai syarat PLN ikut serta dalam proyek itu adalah perusahaan listrik tersebut harus mendapatkan porsi saham yang signifikan.

Sehingga, PLN memiliki kontrol dalam menilai kelayakannya, baik kelayakan terhadap PLN sebagai calon pengguna utama, maupun sebagai pemilik proyek itu sendiri.

Dalam perbincangan yang dilakukan pada tahun lalu itu pun Menteri Rini secara tegas mengungkapkan bahwa hal yang utama ialah BUMN dapat berperan maksimal dalam setiap proyek yang dikerjakan. Sehingga BUMN dapat mandiri dalam mengerjakan proyek dengan penguasaan teknologi dan keahlian yang mumpuni.

Proyek penyediaan energi ini pada akhirnya tidak terealisasi karena memang belum diyakini dapat memberikan keuntungan optimal, baik untuk Pertamina maupun PLN.

“Kami tegaskan kembali bahwa pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN untuk memastikan bahwa seluruh BUMN dijalankan dengan dasar Good Corporate Governance (GCG),” kata Imam, Sabtu (28/04/2018).

Sementara itu, terkait dengan penyebaran dan pengeditan rekaman pembicaraan yang jelas dilakukan dengan tujuan untuk menyebarkan informasi yang salah dan menyesatkan kepada masyarakat, Kementerian BUMN akan mengambil upaya hukum untuk mengungkap pembuat serta penyebar informasi menyesatkan tersebut.

Sebelumnya, Beredar rekaman pembicaraan, yang diduga lewat telepon, antara seorang pria dan wanita. Keduanya diduga membahas fee proyek.

Share Button

Related Posts