August 17, 2018

Rawan Penyadapan, Network Operator Perlu Diaudit

BTS Operator Selular (ist)


BTS Operator Selular (ist)

BTS Operator Selular (ist)

intelijen – Data dan informasi yang beredar di operator telekomunikasi merupakan aset negara yang patut dilindungi. Data dan informasi operator rawan penyadapan. Pemerintah harus ikut andil dalam melindungi aset negara.

Pendapat itu disampaikan CEO Bigjava, Ruli Harjowidianto, menanggapi bocoran informasi mantan agen badan intelijen Amerika Serikat (NSA), Erward Snowden, terkait penyadapan intelijen Australia.

“Itu sudah jadi hal biasa (sadap-menyadap), hanya saja pertanyaannya akan digunakan untuk mencapai tujuan apa informasi itu digunakan. Secara teknologi semuanya possible dan bukan hal baru. Tak heran jika mereka mendapatkan data apa pun yang mereka mau dari negara kita, karena kita pun dapat melakukan hal yang sama,” tegas Ruli.

Menurut Ruli, aksi penyadapan tidak sesulit yang dibayangkan. Informasi yang didapat oleh setiap negara bisa tak terbatas, hanya saja akibat yang ditimbukan bergantung pada sejauh mana negara tersebut akan menggunakan informasi yang didapat.

Ruli menegaskan, komunikasi data memiliki informasi yang lebih kaya dibanding komunikasi suara. Komunikasi data bisa menyangkut seluruh data seseorang. Mulai dari nomor kartu kredit, nomor rekening, foto, video dan segala informasi dapat dengan mudah ditelanjangi.

“Yang perlu diketatkan dari sisi komunikasi data adalah melakukan audit di network operator. Apakah peralatan mereka sudah diaudit? Apakah ada peralatan yang nempel ke network mereka? Apakah itu menyebabkan tersedotnya data? siapa providernya. Dari situ kita bisa melihat apakah terjadi kebocoran,” tegas Ruli.

Di satu sisi, ungkap Ruli, penggunaan data-data pelanggan di operator sudah biasa dilakukan untuk kepentingan bisnis sang operator, melalui teknik profiling, guna melihat perilaku berkomunikasi pelanggannya.

“Yang ditakutkan data dan celah ini jatuh ke pihak lain. Sampai data milik Presiden pun dengan mudahnya dapat terlihat. Misalnya kepada nomor siapa saja pesan disampaikan. Atau nomor ponsel siapa saja yang selalu berada di sekitar sang kepala negara, ke manapun dan di manapun dia berada.” Ungkap Ruli.

Sumber: Tabloid Pulsa

Share Button

Related Posts